Renungan-Harian-Pengkhotbah-3-1-15-Belajar-atau-Menjadi
Renungan Harian Pengkhotbah 3: 1-15 | “Belajar” atau “Menjadi”
11 Februari 2019
Renungan-Harian-Matius-2-9-12-Tiket-Gratis
Renungan Harian Matius 2: 9-12 | Tiket Gratis
12 Februari 2019
Show all

Renungan Harian Matius 5: 3

Renungan-Harian-12-Februari-2019


Renungan Harian Matius 5: 3. Yesus duduk di atas bukit dan ribuan pengikut-Nya duduk mendengarkan Yesus berkhotbah. Beberapa orang telah menyaksikan Yesus melakukan mujizat dan mendengar pengajaranNya yang unik dan penuh kuasa. Beberapa datang untuk memenuhi rasa ingin tahu, beberapa ingin melihat seperti apa orang Nazaret ini. Mereka begitu menunggu apa yang akan Yesus katakan dan lakukan disana. Lalu Yesus mulai berkhotbah dan berkata, “Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.” Orang yang miskin?

APAKAH ARTINYA?

Ucapan bahagia yang pertama ini mungkin begitu membingungkan. “Miskin di hadapan Allah” ini bukanlah sesuatu yang menarik. Apakah artinya? Apakah kita harus menjadi orang yang miskin secara keuangan baru bisa berbahagia? Apakah kita harus membuang segala yang kita miliki untuk menjadi berbahagia? Jelas bukan itu maksud dari perkataan Yesus. Ini tidak ada urusannya sama sekali dengan uang atau harta yang kita miliki. Tetapi ini berarti memiliki kerendahan hati di hadapan Allah, bahwa di hadapan Allah sebenarnya kita begitu miskin, begitu lemah, begitu tak berdaya. Ini juga berarti bahwa kita sadar bahwa kita sangat membutuhkan Tuhan dan tidak bias hidup tanpa-Nya. Lawan dari “miskin di hadapan Allah” adalah kesombongan. Amsal 16:18 mengatakan, “Kecongkakan mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului kejatuhan.” Untuk berkenan dan diberkati Tuhan, kita harus menyatakan bahwa kita tidak berdaya dan sangat membutuhkan Tuhan. Tanpa Tuhan, bahkan
kita tidak dapat bernafas (Yes. 42:5). Tetapi “Miskin di hadapan Tuhan” lebih dari itu. Ini berarti kita mengakui
bahwa kita adalah manusia berdosa yang seharusnya dihukum dan membutuhkan belas kasihan Allah yang dinyatakan dalam kematian dan kebangkitan anak-Nya yang tunggal. Menjadi “miskin di hadapan Allah” akan membuat kita sangat kaya dalam berkat Allah!

LALU APA YANG HARUS DILAKUKAN?

Mari bangunlah hati yang “miskin di hadapan Allah” dengan setia berdoa menyerahkan segenap kehidupan kita kepada Allah, karena tanpa-Nya kita tidak dapat berbuat apa-apa!

TAHUKAH ANDA?

Yesus yang begitu luar biasa, juga memiliki hati yang “miskin di hadapan Allah”. Untuk memahaminya, bacalah 2 Kor. 8:9 dan Filipi 2:5-8.

Baca juga: Renungan Harian Remaja Matius 1: 40-45 | My Precious Life



Admin
Admin
Renungan Harian Kristen merupakan sebuah website/blog yang dibuat sebagai bentuk pelayanan pribadi dari admin di bidang multimedia. Kami hadir untuk Anda yang sedang mencari bahan renungan, ringkasan khotbah, maupun bahan cerita sekolah minggu. Kami juga merupakan wadah untuk berbagi berkat melalui renungan dari setiap kontributor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *