Renungan-Yesaya-5-5-6-Bangkrut
Renungan Yesaya 5: 5-6 | Bangkrut
Renungan-Anak-Sekolah-Minggu-18-Agustus-2019
Renungan Anak Amsal 4: 7 | Bajing dan Tupai
Show all

Renungan Harian Lukas 11: 5-13 | Doa yang penuh sukacita

renungan-harian-kristen-terbaru-dan-terlengkap

renungan-harian-kristen-terbaru-dan-terlengkap



Renungan Harian Lukas 11: 5-13 | Doa yang penuh sukacita. Saat aku kembali ke rumah dengan menenteng belanjaan dari pasar, putraku, Alan, yang berusia tiga tahun, melihat biskuit di dalam belanjaanku. Ia berteriak keras, “Papa, biskuitku!” Kemudian, tiba-tiba ia mulai menangis sambil terus meminta biskuit itu. Perilaku Alan membuatku agak sedih. Aku berpikir, Mengapa ia tidak meminta dengan senyuman? Tidak percayakah dia kepadaku?

Aku mulai memikirkan tentang caraku meminta sesuatu kepada Allah. Sering kali, seperti Alan, bukannya meminta kepada Allah dengan penuh kepercayaan, aku malah menangis dan terus menangis meminta hal yang sama, lagi dan lagi. Allah senang mendengar permintaan kita, tetapi Rasul Paulus berkata kita tidak boleh khawatir saat berdoa. Aku tahu bahwa terkadang aku melupakan janji Yesus, “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu” (Mat. 7: 7).

Allah tahu apa yang kita perlukan bahkan sebelum kita memintanya, tetapi Dia ingin kita meminta dengan iman dan ucapan syukur. Allah hendak memenuhi hidup kita dengan kasih dan sukacita, dan Allah akan melakukannya. Itulah sebabnya Allah mengutus Yesus – untuk memberi kita kehidupan yang berkelimpahan (lih. Yoh 10: 10). (Hiteshkumar Jashvantbhai Solanki)

baca juga: Renungan Harian 1 Petrus 2: 18-25 | Mendoakan yang Baik

BACA JUGA:  Renungan Harian Ibrani 9: 14
Admin
Admin
Renungan Harian Kristen merupakan sebuah website/blog yang dibuat sebagai bentuk pelayanan pribadi dari admin di bidang multimedia. Kami hadir untuk Anda yang sedang mencari bahan renungan, ringkasan khotbah, maupun bahan cerita sekolah minggu. Kami juga merupakan wadah untuk berbagi berkat melalui renungan dari setiap kontributor.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *