Renungan-Harian-Yohanes-1-19-28-Laksana-Pasukan-Kavaleri
Renungan Harian Yohanes 1: 19-28 | Laksana Pasukan Kavaleri
9 Juni 2019
Renungan-Harian-Yohanes-11-31-44-Indahnya-Rencana-Tuhan
Renungan Harian Yohanes 11: 31-44 | Indahnya Rencana Tuhan
10 Juni 2019
Show all

Renungan Harian Kolose 3: 15

Renungan-Harian-10-Juni-2019

Renungan-Harian-10-Juni-2019



Renungan Harian Kolose 3: 15. Yesus dan para murid selesai makan paskah, dan Yudas Iskariot, sang pengkhianat telah pergi untuk memulai rencana jahatnya. Dalam beberapa jam kedepan Yesus akan mati. Mesias yang telah dijanjikan tidaklah melawan bangsa Roma dan mengembalikan kejayaan Israel, seperti yang diharap-harapkan orang Israel. Justru Dia harus mati di atas kayu salib dengan cara dikhianati oleh murid-Nya sendiri dan Dia harus ditangkap oleh segerombolan orang yang haus darah. Di dalam pertempuran antar jahat dan baik, setan untuk semenatara berada di atas.

Kekhawatiran dan ketakutan menyelubungi para murid seperti yang sudah Yesus katakan. Sadar akan hati yang gelisah, Yesus berjanji untuk mengirimkan Roh Kudus kepada mereka. Lalu Ia berkata “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.” (Yoh 14:27). Bagaimana bisa Yesus bicara tentang damai sejahtera dalam keadaan seperti ini?

APAKAH ARTINYA?

Tidak seperti murid-murid, Yesus dapat melihat masa depan. Dia tahu bahwa pengorbanan-Nya akan berakhir dengan kebangkitan yang mulia dan mengalahkan dosa, kematian, dan iblis. Dan Dia tahu damai sejahtera yang indah itu tersedia bagi orang yang percaya pada-Nya. Kedamaian ini bukalah seperti yang ada didalam hidup. Filipi 4:7 berkata “melampaui segala akal”. Ini bukanlah berbicara melalui uang, kekuasaan, ketenaran, dan kesenangan. Ini hanya bisa didapat melalui Yesus. Kedamaian yang Yesus sediakan adalah hubungan kita dengan Tuhan. Melalui pengorbanan-Nya, Dia memperdamaikan antara pendosa dengan Allah yang kudus dan menyelamatkan kita dari murka Allah. Rekonsoliasi yang menakjubkan ini memberikan bagian tambahan bagi jiwa kita. Kita dihibur dengan kita diberitahu bahwa Yesus sudah menjawab kebutuhan yang paling dibutuhkan oleh jiwa kita yaitu pengampunan dosa dan jaminan hidup kekal. Jenis kedamaian ini sangat mustahil ditemukan diluar Yesus. Jangan salah mengerti: hidup tidak akan selalu cerah. Cobaan dan kesedihan masih akan datang. Tapi, kedamaian abadi tersedia bagi anda melalui Yesus.

LALU APA YANG HARUS DILAKUKAN?

Baca dan renungkan kembali Filipi 4:6-7. Itu akan memberitahu anda bagaimana secara konsisten mengalami “Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal”

TAHUKAH ANDA?

Yesaya 9:6 menyebut Yesus dengan “Raja Damai” (Renungan Harian Kolose 3: 15)

baca juga: Renungan Harian Yesaya 52: 3-7 | Damai Sejahtera Diberitakan



Admin
Admin
Renungan Harian Kristen merupakan sebuah website/blog yang dibuat sebagai bentuk pelayanan pribadi dari admin di bidang multimedia. Kami hadir untuk Anda yang sedang mencari bahan renungan, ringkasan khotbah, maupun bahan cerita sekolah minggu. Kami juga merupakan wadah untuk berbagi berkat melalui renungan dari setiap kontributor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *