Kumpulan-Renungan-Harian-Anak-Sekolah-Minggu
Renungan Anak Amsal 3: 1-8 (Hadiah Ulang Tahun)
Renungan-Harian-16-Januari-2020
Renungan Harian Roma 10: 9-10
Show all

Renungan Harian Kolose 1: 22-23

Renungan-Harian-15-Januari-2020

Renungan-Harian-15-Januari-2020



Mari kita bicara mengenai pernikahan. Dalam pernikahan, mempelai pria dan mempelai wanita menyampaikan janji nikah yang menyatakan komitmen seumur hidup mereka kepada satu sama lain. Ini contohnya: Saya, (nama), mengambil engkau, (nama), menjadi istri/suami saya, untuk saling memiliki dan menjaga, dari sekarang sampai selama-lamanya; pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, pada waktu sehat    maupun sakit, untuk saling mengasihi dan menghargai, sampai maut memisahkan kita.

Tetapi, bayangkan jika Anda datang ke sebuah pernikahan dan mendengar janji nikah semacam ini: Saya, Ayu, mengambil engkau, Bunga, menjadi istri saya (kayaknya), untuk saling memiliki dan menjaga saat mudah saja; pada waktu senang, tetapi tidak saat susah, pada waktu kelimpahan dan sehat saja, untuk saling mengasihi dan menghargai kalau saya sedang nganggur, sampai maut (dan poker Rabu malam, bowling Jumat malam, dan sinetron Minggu pagi) memisahkan kita.

Kesatuan itu pasti akan gagal, bukan? Pernikahan hanya dapat berjalan dengan komitmen seumur hidup yang menyeluruh. Hal yang sama juga berlaku dalam kekristenan.

Apakah artinya?

Mengikut Yesus bukanlah sekadar doa satu kali, mengangkat tangan saat bernyanyi di gereja, atau bahkan maju ke depan saat “altar call”. Kekristenan adalah komitmen seumur hidup untuk mengikut Kristus. Seperti yang dikatakan ayat hari ini, Allah akan mendamaikan Anda (membuat Anda berkenan di hadapan-Nya) dan menyatakan Anda bersih dari dosa melalui Yesus ketika Anda “bertekun dalam iman.”

Kekristenan bukanlah seperti buku ataupun video game. Kamu tidak melakukannya sebentar, lalu berhenti kalau sudah bosan. Mengikut Kristus adalah komitmen seumur hidup yang menyeluruh. Ini merupakan suatu maraton, bukan lari pendek. Yesus sendiri mengatakannya dalam Matius 24:13, “Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.”

Ketika Anda berkata, “Saya bersedia” untuk mengikut Kristus, Anda mengambil komitmen yang harus bertahan sampai selamanya.

Lalu apa yang harus dilakukan?

Komitmen pada Yesus membutuhkan bantuan Allah. Ambil waktu sejenak untuk berdoa mengenai kesetiaan seumur hidup ini.

Tahukah anda?

Ayat hari ini berbicara pada orang percaya untuk “tetap teguh dan tidak bergoncang, dan jangan mau digeser dari pengharapan Injil.” Menjadi seorang Kristen artinya tidak menaruh pengharapan akan keselamatan pada apapun selain dari Yesus.

Admin
Admin
Renungan Harian Kristen merupakan sebuah website/blog yang dibuat sebagai bentuk pelayanan pribadi dari admin di bidang multimedia. Kami hadir untuk Anda yang sedang mencari bahan renungan, ringkasan khotbah, maupun bahan cerita sekolah minggu. Kami juga merupakan wadah untuk berbagi berkat melalui renungan dari setiap kontributor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *