Renungan Harian Kisah Para Rasul 4: 12. Menjadi populer itu menyenangkan. Tidak ada yang perlu diperdebatkan. Rasanya luar biasa ketika banyak orang menganggap Anda keren.

Tetapi, mari kita bandingkan dengan kenyataan: menjadi seorang Kristen berarti Anda akan menjadi sangat tidak populer di antara dunia di sekeliling Anda.

Dalam renungan terakhir dari Kisah Para Rasul 4: 12 ini, penting untuk memahami bahwa menjadi Kristen – khususnya mempercayai pernyataan ayat ini bahwa semua orang yang tidak mempercayai Yesus akan menjadi subjek penghukuman kekal – bukanlah cara pandang yang keren. Pandangan tersebut tidak akan membuat Anda memenangkan perlombaan popularitas apapun. Dan Anda tahu? Itu tidak apa-apa.

APAKAH ARTINYA?

Popularitas seharusnya tidak menjadi tujuan hidup kita. Faktanya, popularitas di tengah dunia kemungkinan besar berarti Anda telah salah menentukan prioritas. Yakobus 4: 4 sangat jelas dalam hal ini: “Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.”

Apabila Anda seorang Kristen dan Anda percaya pada Kisah Para Rasul 4: 12, pada waktunya Anda akan berhadapan dengan orang-orang yang menentang iman Anda. Mereka tidak akan suka bahwa Anda percaya mereka ditentukan untuk menerima penghukuman kekal apabila tidak mempercayai Yesus. Mereka akan berpikir Anda adalah orang yang arogan, dan mereka mungkin akan berkata “Anda pikir Anda siapa, sampai Anda berpikir Anda tahu satu-satunya jalan menuju surga?”

Mungkin tidak akan mudah bagi Anda untuk berdiri teguh. Tetapi tetaplah berdiri teguh – dengan lemah lembut dan hormat, tentunya (1 Petrus 3: 15). Jangan pernah memperlakukan orang non-percaya seolah-olah Anda lebih baik dari mereka. Kasihi dan hargai mereka. Bagikan Injil pada mereka, apabila mereka membiarkan Anda melakukannya. Tetapi berdirilah dengan kokoh dan pegang teguh iman Anda.

Ingat, Yesus berkata mengikut Dia adalah seperti memasuki “pintu yang sesak” tetapi “luaslah jalan yang menuju kebinasaan” (Matius 7: 13). Sedihnya, kebanyakan orang memilih jalan yang salah.

Yesus juga berkata, “Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu. Sekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. Tetapi karena kamu bukan dari dunia, melainkan Aku telah memilih kamu dari dunia, sebab itulah dunia membenci kamu” (Yohanes 15: 18-19)

LALU APA YANG HARUS DILAKUKAN?

Apakah kamu mengenal seseorang yang belum Kristen? Doakanlah dengan tekun agar Tuhan akan menyelamatkannya dari dosa mereka.

TAHUKAH ANDA?

Ingat, Yesus berkata “berbahagialah” (atau diberkatilah) orang Kristen yang dianiaya karena imannya pada kebenaran (Matius 5: 10-12).