www.renunganhariankristen.com Pagi-pagi sekali pada tanggal 12 April 1987, seorang astronot bernama John Young, dan Robert Crippen menaiki pesawat ruang angkasa yang bernama Columbia di Pusat Antariksa NASA, Florida dan tercatat sebagai orang yang pertama kali menjalankan misi luar angkasa.

Selama tiga dekade selanjutnya, NASA memiliki lima layanan antar jemput luar angkasa. Dengan total penerbangan 135 kali, dan ditutup dengan misi terakhir di tahun 2011. Kapal luar angkasa yang mereka gunakan sangat canggih, mereka dapat mengendarainya seperti roket (vertical), maupun seperti pesawat terbang (horizontal).

Secara garis besarnya pesawat ruang angkasa terdiri dari tiga sistem dasar yaitu dua buah roket padat sebagai tenaga pendorong awal dari pusat peluncuran, tangki luar untuk menyuplai mesin utama, dan orbiter di mana tiga macam dek ditempatkan sebagai tempat antariksawan tinggal dan bekerja selama dalam perjalanan. Pesawat ulang alik dikendalikan dari dek penerbangan di bagian atas. Di bagian bawah merupakan area tempat tinggal antariksawan yang berisi dapur, tempat tidur, dan sebagainya sistem pengendali lingkungan ditempatkan pada dek yang ketiga.

Tangki luar yang berisi 526,126 galon bahan bakar berfungsi untuk menyuplai bahan bakar ke mesin utama. Saat dua roket padat (Solid Rocket Boosters) di pisahkan dari pesawat pada ketinggian 45 km, mesin utama di hidupkan dengan bahan bakar dari tangki luar (external tank). Tangki luar ini pun akan di lepas dari pesawat ulang alik pada ketinggian 113 km dan jatuh kelautan.

Roket padat seberat 1.300.000 pons ini sanggup menghasilkan daya dorong sebesar 2.650.000 pons berfungsi sebagai pendorong pesawat ulang-alik saat di luncurkan sampai ketinggian 45 km dari permukaan bumi. Roket ini kemudian di lepaskan dari pesawat ruang angkasa dan jatuh kelaut.

Orbiter merupakan bagian inti dari pesawat ulang-alik. Orbiter mirip pesawat terbang, di dalamnya terdapat dek tempat antariksawan tinggal dan peralatan navigasi. Mesin utama pun ditempatkan di belakang orbiter. Orbiter inilah yang kembali ke Bumi jika misi telah selesai.

Ini adalah perkerjaan yang luar biasa untuk bisa menolong manusia ke luar angkasa. Namun, Yesus melakukan hal yang sama tanpa bantuan apapun.

Apakah artinya?

Ketika Yesus naik ke sorga, Dia tidak membutuhkan sebuah roket, bahan bakar, maupun teknologi canggih sekalipun. Dia cukup terangkat dari bumi, terbang menembus awan, dan pergi ke sorga dengan kekuatannya sendiri. Betapa mengagumkan! Pantas saja Kis 1:10 berkata para murid “menatap ke langit waktu Ia naik.”

Fenomena yang spektakular ini membuktikan apa yang Yesus pernah katakan kepada para murid beberapa saat sebelumnya, “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.” (Matius 28:18) – adalah 100 persen benar Yesus adalah Raja atas sorga dan dunia. Dosa tidak dapat mengurung Dia, kematian tidak dapat mengalahkan-Nya, dan gravitasi tidak dapat menahan Dia!

Lalu apa yang harus dilakukan?

Pergilah keluar, lihatlah ke langit, dan visualisasikan gambaran ketika Yesus naik ke sorga. Gunakan kesempatan ini untuk menjadi kagum akan Tuhan lebih lagi.

Tahukah anda?

Ketika para murid sedang melihat Yesus naik, ada dua malaikat yang tampil dan berkata, “Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga.” (Kis 1:11). Lihat juga 1 Tes 4:17.