Renungan-Harian-Kejadian-9-Pelangi-Kemuliaan-Dan-Keselamatan
Renungan-Harian-Kejadian-9-Pelangi-Kemuliaan-Dan-Keselamatan

Renungan Harian Kejadian 9 | Pelangi Kemuliaan Dan Keselamatan

Renungan Harian Kejadian 9 | Pelangi Kemuliaan Dan Keselamatan. Karena ketaatan dan kesetiaan Nuh kepada Tuhan, maka Dia mengadakan perjanjian dengan Nuh, bahwa sejak air bah yang menenggelamkan bumi sudah surut, maka tidak akan ada lagi yang dilenyapkan lagi dari segala yang hidup, dan tidak ada lagi air bah untuk memusnahkan bumi.

 

Tuhan memberi tanda perjanjian antara Allah, Nuh dan segala makhluk yang hidup sampai akhir jaman. Lalu Tuhan menaruh BusurNya di awan. Busur itu  yang kita kenal dengan Pelangi. Pelangi menggambarkan Kemuliaan Tuhan.

 

“Seperti busur pelangi, yang terlihat pada musim hujan di awan-awan, Begitulah kelihatan gambar kemuliaan TUHAN. Tatkala aku melihatnya, aku sembah sujud, lalu kudengar suara yang berfirman.”

(Yehezkiel 1:28)

 

Pelangi juga sebagai tanda bukti penghargaan dari Allah kepada Nuh,  yang hidup taat dan setia mengikut Tuhan dengan prestasi,  menyelematkan manusia generasi berikutnya,  dari hukuman air bah yang sudah dihentikan oleh Allah sampai akhir jaman

 

Padahal kita sekarang sudah hidup di akhir jaman, berarti Tuhan akan menggenapi janjiNya bahwa perjanjianNya dengan Nuh sudah selesai sekarang ini.

 

Karena Perjanjian Allah dengan Nuh sudah selesai,  maka sebentar lagi Tuhan akan menghukum bumi dan segala isinya. Kalau dulu dengan air bah, tetapi sekarang Tuhan akan menghukum dengan cara yang berbeda. Hal ini juga sudah dinubuatkan dalam kitab Petrus.

 

“Mereka sengaja tidak mau tahu, bahwa oleh Firman Allah langit  telah ada sejak dahulu, dan juga bumi yang berasal dari air dan oleh air, dan bahwa oleh air itu, bahwa bumi yang dahulu telah binasa, dimusnahkan oleh air bah. Tetapi Firman Allah itu juga langit dan bumi yang sekarang terpelihara dari api dan disimpan untuk hari penghakiman dan kebinasaan orang-orang fasik.

 

Akan tetapi saudara-saudara, yang kekasih, yang satu ini tidak boleh kamu lupakan, Yaitu bahwa dihadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari.

 

Tuhan tidak lalai menepati janjiNya. Sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Tuhan sabar terhadap kamu, karena Tuhan menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan semua orang berbalik dan bertobat.

 

Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada waktu itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap. Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup, yaitu kamu yang menantikan dan mempercepat kedatangan hari Allah. Pada hari itu langit akan binasa dalam api dan unsur-unsur dunia akan hancur karena nyalanya.” (2 Petrus 3: 5-12)

 

Seperti Nuh yang mau dipakai Tuhan pada jaman kegelapan melanda bumi, demikian juga kita sangat dinanti oleh Tuhan di jaman sekarang ini, dimana keadaan jaman sekarang,  tidak kalah gelap dibanding keadaan manusia pada jaman Nuh.

 

Kalau Nuh dengan ketaatan dan kesetiaannya kepada Tuhan dapat menghentikan penghukuman Tuhan atas manusia, demikian juga melalui ketaatan dan kesetiaan kita pada Tuhan, kita juga bisa dipakai untuk menyelamatkan sebanyak mungkin orang dari penghukuman kekal.

 

Dari satu orang  yaitu Nuh,  dapat menghentikan keputusan Allah membinasakan orang-orang di bumi dari air bah sampai akhir jaman, maka sekarang ini juga dari satu orang yaitu Anda dapat dipakai untuk  mewujudkan keputusan Allah  menyelamatkan semua orang di akhir jaman sekarang ini, dari hukuman nyala api yang dahsyat yang akan melanda langit dan bumi.

 

APLIKASI

  1. Kalau Allah bisa memakai Nuh, apakah Allah juga bisa memakai Anda?
  2. Kalau Allah juga bisa memakai Anda, apa tindakan Anda selanjutnya?

 

KOMITMEN PRIBADI

Kalau Nuh bisa dipakai Allah, akupun harus bisa.

 

DOA

Roh Kudus tolong kami,  agar kami bisa seperti Nuh yang hidup taat dan setia kepada Tuhan, untuk dipakai Tuhan menyelamatkan manusia generasi jaman sekarang ini.

 

Ditulis oleh: Natanael Agus Pratono

Leave a Reply