Renungan-Harian-28-Juni-2019
Renungan Harian Yesaya 53: 9
28 Juni 2019
Renungan-Harian-Ester-3-1-11-Dibutakan-oleh-Suap
Renungan Harian Ester 3: 1-11 | Dibutakan oleh Suap
29 Juni 2019
Show all

Renungan Harian Ibrani 9: 14

Renungan-Harian-29-Juni-2019

Renungan-Harian-29-Juni-2019



Renungan Harian Ibrani 9: 14. Jika suatu hari ada orang yang bertanya kepada anda “Jika, anda menjadi seeokor binatang, binatang apa yang akan anda pilih?” Orang-orang biasanya akan menjawab, singa, harimau, hiu, atau menjadi puncak rantai makanan yang ada. Tapi coba kita balik bertanya: Jika anda menjadi binatang, binatang apa yang akan anda pilih? Ada beberapa kandidat :

  • Siput: dimana anda akan selalu meninggalkan jejak lendir. Rasanya tidak bagus untuk membuat teman baru.
    • Nyamuk: dimana anda meminum darah. Sangat menjijikan.
    • Lalat: kehadiran anda selalu mengganggu orang dan mungkin suatu saat nanti anda akan dipukul sampai mati. Tidak terima kasih.
    • Cacing: anda menghabiskan seluruh hidup anda terkubur dibawah tanah, memakan debu, dan berharap agar anda tidak tertangkap oleh seekor burung ataupun nelayan yang sedang mencari umpan. Kehidupan yang sangat menyedihkan.

Ciptaan tersebut memiliki kehidupan yang sangat tidak beruntung. Binatang ternak pada jaman Israel kuno juga memiliki kehidupan yang sama tidak beruntungnya. Ketika Tuhan memberikan Musa dan dan bangsa Israel hokum Taurat di gunung Sinai, Allah memerintahkan agar umat-Nya mempersembahkan korban persembahan yang berupa binatang untuk penghapusan dosa mereka. Selama berabad-abad, bangsa Israel telah menyembelih jutaan domba, kambing, dan lembu sapi setiap tahunnya, karena harus ada darah yang tercurah untuk membayar dosa mereka (Imamat 17:11; Ibr 9:22).

APAKAH ARTINYA?

Sistem pengorbanan pada Perjanjian Lama merupakan kabar buruk bagi hewan ternak tapi merupakan kabar baik bagi bangsa Israel. Terlihat sangat jelas sekali betapa sayangnya Allah terhadap umat-Nya. Sebagai gantinya dari penghukuman atas dosa mereka, Tuhan menerima kematian binatang sebagai gantinya. Tapi ini hanya solusi sementara. Sebagaimana Ibrani 10:4 berkata, “Sebab tidak mungkin darah lembu jantan atau darah domba jantan menghapuskan dosa.” Sebuah pengurbanan yang lebih baik sangat
dibutuhkan. Itulah mengapa Yesus datang. Pengurbanan-Nya di atas kayu salib membuat system pengorbanan di Perjanjian Lama menjadi tidak berlaku lagi. Karena Dia sama sekali tidak berdosa, Yesus adalah “persembahan yang sempurna untuk dosa kita” (ayat hari ini). Tidak lagi dibutuhkan pengorbanan darah binatang. Darah Yesus menutupi segala dosa kita melalui iman kepada-Nya. Dia adalah persembahan yang sempurna bagi kita. Bersukacitalah di dalam Tuhan karena Dia menunjukkan kasih dan anugerah-Nya kepada kita sekalian

LALU APA YANG HARUS DILAKUKAN?

Baca Ibrani 9-10 untuk mendapatkan pengertian yang lebih baik tentang sistem pengorbanan di dalam Perjanjian Lama yang ternyata menunjuk ke masa depan yaitu pengurbanan Yesus yang jauh lebih besar.

APAKAH ANDA TAHU?

Dalam Perjanjian Lama, para Imam membakar korban persembahan pada sebuah mezbah dari kayu penaga, panjang dan lebar masing-masing 2,2 meter dan tingginya 1,3 meter. (Renungan Harian Ibrani 9: 14)

baca juga: Khotbah Kristen Lukas 13: 1-5 | Berbuah, Di Dalam Anugerah



Admin
Admin
Renungan Harian Kristen merupakan sebuah website/blog yang dibuat sebagai bentuk pelayanan pribadi dari admin di bidang multimedia. Kami hadir untuk Anda yang sedang mencari bahan renungan, ringkasan khotbah, maupun bahan cerita sekolah minggu. Kami juga merupakan wadah untuk berbagi berkat melalui renungan dari setiap kontributor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *