Renungan-Harian-Amsal-11-Berilah-Maka-Kamu-Akan-Diberi
Renungan-Harian-Amsal-11-Berilah-Maka-Kamu-Akan-Diberi

Renungan Harian Amsal 11 | Berilah Maka Kamu Akan Diberi

Renungan Harian Amsal 11 | Berilah Maka Kamu Akan Diberi. “Memberi”, menurut Anda apakah ini mudah? Kalau melakukannya hanya kadang-kadang itu mudah, padahal “memberi” adalah menyangkut seluruh aspek kehidupan kita.

 

Memberi tidak terkait hanya sebatas dengan  uang. Tetapi memberi adalah meliputi segala harta yang telah Tuhan berikan kepada kita. Semua harta itu adalah milik Tuhan, bukan milik kita. Jadi kalau orang lain membutuhkan, kita berbagi dengan mereka. Berbagi uang, berbagi makanan, berbagi pakaian, berbagi meminjamkan barang, berbagi tumpangan tempat tinggal, berbagi pemikiran/ide, berbagi kepandaian, berbagi tenaga dan lain-lain.

 

Demikianlah cara Tuhan menolong kita dengan cara memberi, seperti yang sudah dilakukan Yesus;

 

“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia mengaruniakan anakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. (Yohanes 3:16)

 

Dengan cara memberi inilah Tuhan memelihara manusia di bumi. Dengan cara inilah Tuhan memberikan sukacita dan damai sejahtera kepada manusia.

 

“Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.” (Yohanes 4:27(

 

Kalau seseorang tidak suka memberi, maka orang tersebut akan kehilangan sukacita dan damai sejahtera dalam hatinya.

 

“Orang yang banyak memberi akan diberi kelimpahan, dan siapapun yang menyegarkan orang lain akan disegarkan.”  (Amsal 11:25)

 

Kalau kita memberi yang mendapat manfaat bukan yang menerima saja, tetapi juga yang memberi.

BACA JUGA:  Renungan Zakharia 4: 6 | Hidupku Bukan Aku Lagi, Tetapi Yesus Yang Hidup Didalamku

 

Karena memberi adalah cara Tuhan memelihara kita, maka kalau kita memberi, kita tidak usah mikir menunggu balasan dari orang yang kita beri.

 

Kita diberi nasihat bijak seperti berikut;

“Jika engkau selalu menunggu-nunggu keadaan yang sempurna untuk menabur, engkau tidak akan menuai, tidak ada sesuatupun yang dapat engkau hasilkan. Bagikan pemberianmu diantara banyak orang, tujuh atau delapan orang, karena pada hari-hari yang mendatang,  engkau sendiri mungkin memerlukan banyak pertolongan.”

Pengkhotbah 11:1,4

 

‘Memberi’ adalah sebuah pilihan,  namun setiap pilihan pasti membawa konsekwensi masing-masing.

 

APLIKASI

  1. Menurut Anda bagaimana cara Allah memelihara Anda?
  2. Menurut Anda memberi itu pilihan atau kewajiban?

 

KOMITMEN PRIBADI

Aku jadi mengerti sekarang bahwa memberi adalah sebuah pilihan, maka aku memilih memberi sebagai gaya hidupku.

 

DOA

Tuhan Yesus trimakasih, kami mau mengikuti teladanMu yang suka memberi. Amin.

 

Ditulis oleh: Natanael Agus Pratono

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *