Renungan-Harian-2-Raja-Raja-22-Muda-bukan-berarti-Lemah
Renungan-Harian-2-Raja-Raja-22-Muda-bukan-berarti-Lemah

Renungan Harian 2 Raja-Raja 22 | Muda bukan berarti Lemah

Renungan Harian 2 Raja-Raja 22 Muda bukan berarti Lemah. 2 Raja-Raja menceritakan kehidupan kerajaan bangsa Israel. Bangsa Israel sendiri terpecah menjadi 2 bagian yaitu Israel Utara dan Yehuda Selatan. Salah satu tokoh yang akan kita bahas bernama Raja Yosia, seorang raja termuda sepanjang massa. Ayahnya, Amon adalah seorang yang menyimpang dari perintah Tuhan. Sehingga pada masa itu raja dibunuh oleh rakyatnya sendiri. Setelah ayahnya wafat, Yosia menjabat menjadi Raja pada usia 8 tahun.

Bayangkan saja, ketika kita berada di posisi Yosia pada saat itu, Apa yang akan kita lakukan ? Kemungkinan besar dari kita tentunya tidak akan berhasil mempertahankan kerajaan, Apalagi ketika kita mengingat Ayah Yosia bukanlah orang yang baik dan jauh dari hadapan Tuhan.

Muda bukan berarti Lemah

Kemungkinan besar dari kita ketika pertama kali membaca dan mendengar cerita ini akan menyangka bahwa Yosia, tidak akan memimpin bangsa ini dengan baik, Justru bangsa ini akan semakin hancur karena pikiran kekanak-kanakan Yosia dan sifat turunan dari ayahnya. Tetapi apa yang kita bayangkan berbanding terbalik dengan realita yang sesungguhnya. Karena Raja Yosia mampu membawa bangsa ini kembali pada Tuhan dan menjadi salah satu Raja terhebat karena di usianya yang muda ia mampu membawa perubahan besar kepada bangsa ini, dan perubahan yang dibawa bukanlah perubahan yang buruk melainkan perubahan yang sangat hebat bagi bangsa ini.

Bukan hanya itu saja, tetapi ketika kita menilik Raja-Raja yang berkuasa di Israel, sangat sedikit raja yang membawa bangsa ini dekat dengan Tuhan. Dan Yosia salah satunya. Bayangkan di usia mudanya, Tuhan tidak hanya memakai Yosia menjadi raja yang hebat, tetapi juga raja yang takut akan Tuhan dan mau dipakai Tuhan luar biasa.

Ketika kita membaca kisah Yosia, tentunya kita akan terkagum. Dan saat pertama kali saya membaca cerita ini, saya sangat terpana dan menjadikan Yosia ini sebagai teladan. Sehingga ketika di masa muda saya, saya mau menjadi Yosia untuk dipakai Tuhan luar biasa. .

Di Alkitab ada banyak contoh anak muda yang dipakai Tuhan luar biasa. Dan ini menunjukan suatu hal bahwa usia bukan penentu seberapa besar Tuhan memakainya. Kadangkala sebagai anak muda, kita merasa minder dengan diri kita sendiri, kita merasa apakah kita bisa membawa perubahan bagi sekitar kita. Itulah yang menjadikan perenungan saya beberapa bulan yang lalu.

Jujur, ketika saya menulis renungan ini saya masih berusia 15 tahun. Menurut saya, ini adalah usia yang sangat muda untuk menjadi seorang penulis renungan. Tapi ketika saya membaca kisah Yosia ini, saya tersadar bahwa muda bukanlah alasan untuk kita takut mengambil tanggung jawab yang besar sebagai pelayan-pelayan Tuhan.  Justru di usia muda inilah kita menjad berkat bagi sesama kita. Mulai dari diri sendiri lalu keluarga, sekolah, gereja hingga dunia ini.

Kita bisa menjadi pelayan Tuhan sejak muda asalkan kita mau dibentuk dan siap menghadapi percobaan. Jadilah Yosia Yosia baru yang siap membawa perubahan bagi dunia, biarlah dunia ini penuh kemuliaan Tuhan.

Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.(1 Timotius 4: 12)

Kita adalah anak anak panah di tangan Tuhan yang siap berakar, bertumbuh, dan berbuah. Nikmati prosesnya dan jadilah terang dalam setiap langkah hidup kita.

 

Oleh: Jefta Irawadi

Leave a Reply