Renungan harian Hakim-Hakim 16: 4-22 (Seksualita Vs Kekuasaan). Skandal seks menuai sensasi dan kontroversi sejak Sdulu hingga sekarang. Banyak rezim jatuh karena skandal seks. Berbicara seks dan keuangan, pameo klasik mengatakan, “seks dan kekuasaan merupakan satu paket yang lazim”. Menurut Michel Foucault, filsuf Postmodernisme, kedua hal ini selalu beriringan karenakeduanyadikendalikanlibidountukmenguasai. Banyak contoh pada era modern ini. Misal Cleopatra di Mesir, yang lahir 69-an SM, menggunakan seks dan kecantikannya untuk memenangi pertarungan politik. Presiden Amerika Serikat Bill Clinton pernah direpotkan akibat hubungannya dengan staf Gedung Putih, Monica Lewinski.

Seksualita Vs Kekuasaan

Tak hanya mereka atau tokoh-tokoh lainnya, Simson, sang nazir Allah, juga mengalami fenomena seksualita vs kekuasaan. Simson yang gagah perkasa dan tak pernah terkalahkan oleh siapa pun termasuk pasukan Filistin, akhirnya bertekuk lutut dan kalah oleh Delila, gadis dari lembah Sorek. Ketidakmampuan Simson mengendalikan perasaannya terhadap Delila, membuat Simson tak hanya kehilangan penyertaan Allah yang berdampak pada kekuatannya tetapi juga nyawa Simson menjadi taruhannya.

Dari peristiwa tersebut, kita belajar bahwa faktanya kelemahan manusia, baik pria maupun wanita, tak hanya terletak pada materi tetapi juga seksual. Sebesar apa pun kekuasaan atau kekuatan yang manusia miliki akan kalah oleh seksual jika tak diantisipasi.

Cara antisipasi: (1) Aktifkan alarm hati kita dengan perbanyak doa dan membaca firman Tuhan. (2) Bijaksanalah dalam bergaul dengan lawan jenis, dengan menghindari hal-hal yang bisa menyeret diri sendiri pada dosa seksual. (kal)