Renungan 1 Raj. 15: 36 ; 19: 1-8 (Jangan Pakai Kata Orang). Orang yang bisa menjaga semangat juang sendiri adalah kita sendiri. Terkadang, dengan mati-matian kita menjaga semangat hidup yang tinggi supaya tidak patah semangat. Namun, upaya ini melemah jika prinsip hidup “Apa kata orang lain” kita pakai. Memang, prinsip ada benarnya juga, jika kata orang lain membangun. Namun, bagaimana jika mereka berkata negatif terhadap kita? Karena itu, kenakanlah prinsip “Apa kata Tuhan”.

Jangan Pakai Kata Orang

Seperti ayat di atas, tampaknya, prinsip Elia adalah “Apa kata orang lain”. Semula orang Israel menyembah Baal sehingza mereka dihukum selama 3,5 tahun dengan tidak turun hujan (Yak. 5: 17). Hukuman ini berakhir ketika Elia menurunkan api surgawi untuk membakar kurban bakaran. Karena “kalah” para nabi Baal dibantai Elia. Selang beberapa waktu, setelah awan kecil sebesar telapak tangan muncul hujan lebat turun. Kemenangan Elia ini merupakan titik klimaks gemilang. Namun, setelah diintimidasi Izebel karena kemenangannya itu, ia mengalami antiklimaks. Tampak di sini ada perbedaan dan perubahan yang mencolok. Semula, ia dengan gagah berani melawan raja. Kemudian, ia lupa bahwa ia adalah nabi Allah, yang membakar kurban persembahan. Ancaman ini lebih menghantuinya daripada statusnya.

 

Dari kisah Elia ini, terkadang kita bersemangat dan berani untuk meluruskan dan menegur jalan hidup orang lain yang keliru karena tindakan itu tidak menyentuh diri sendiri. Sikap ini harus kita pelihara untuk menyelamatkan jiwa mereka. Namun, kalau teguran kita, justru dipakai orang lain untuk menyerang kita, semangat dan keberanian kita haruslah tetap terpelihara. Jangan takut menghadapi. (ira)