Renungan Harian Lukas 16: 1-9 (Pekerja Cerdik Takkan Paceklik). Saling memotiavsi merupakan bentuk dukungan yang kerap diberikan sahabat perempuan. Inilah yang dikatakan jurnalis senior, pendiri Harian Indonesia Observer, Siti Latifah Herawati Diah. Meski sudah sepuh, ia hadir memberi dukungan kepada Martha Tilaar untuk peluncuran buku Gusti Noeroel. Haerawati mengakui sahabat perempuan penting bagi kaum hawa terutama untuk satu hal. “Untuk saling memotivasi,” katanya.

Pekerja Cerdik Takkan Paceklik

Sehubungan dengan itu, firman Allah mengajar kita supaya cerdik dengan memanfaatkan dunia yang menjadi milik iblis. Maksudnya, kita menggunakan pola pikir yang melampaui rencana iblis. Ia ingin menjatuhkan manusia melalui jebakan, tipu daya, sebagaimana yang dilakukannya terhadap Yesus. Kita meneladani Dia yang tidak masuk dalam pola pikir ibis tetapi mengikuti pola pikir Allah sendiri.

Bendahara yang cerdik itu memanfaatkan mamon atau uang. Sementara, dunia yang menjadi milik iblis itu bukan untuk kepentingan iblis melainkan kepentingannya sendiri. Bendahara itu menggunakan pola pikir yang bertumpu pada kebutuhan dirinya pada saat nanti bukan kebutuhannya saat ini dengan menuruti kehendak tuannya.

Sebagai pekerja kita juga mengemban tugas perusahaan. Kian ketatnya persaingan menuntut kecakapan yang terus ditingkatkan. Untuk itu kita harus terus mengasah profesionalitas melalui kegiatan belajar. Jika hal itu tidak kita dapatkan dari perusahaan, mari lakukan secara mandiri. Selanjutnya, sebagai pekerja kerajaan surga, mari kita tidak lupa memanfaatkan sumber daya dan dana yang ada pada kita untuk memenuhi harapan Tuhan Yesus yang pada saatnya nanti juga akan meminta pertanggungjawaban dari orang kudus. (ndd)