Renungan Harian  Mazmur 3: 1-9 (Menang Menghadapi Lawan). Bersitegang dengan rekan kerja sendiri lama-lama akan memperburuk suasana dan bisa berdampak buruk bagi orang-orang di sekitar kita. Jadi, daripada menghabiskan jam makan siang dengan mengeluh terus tentang musuh kita dan membawa energi negatif bagi rekan-rekan lain, lebih baik salurkan emosi kita untuk “membakar” semangat berkarir diri sendiri. Lakukan ini! (1) Ganti hinaan dengan pujian. Jika kita memuji seseorang, mereka akan melihat pujian tersebut sebagai itikad baik kita. Mungkin, ia juga akan mulai bersikap baik. (2) Minta saran dan nasihat padanya.

Menang Menghadapi Lawan

Harus bertemu dengan musuh setiap hari, bukan situasi yang mudah. Terlebih kalau si musuh masih ada hubungan darah dengan kita. Inilah yang dialami Raja Daud dengan Absalom. Sejak awal, hubungan ayah-anak ini sudah dinubuatkan bahwa mereka akan menjadi musuh sampai mati (bdk. 2 Sam. 12:9-12), sehingga selama bertahun-tahun Daud bergumul dengan pemberontakan Absalom, yang ingin merebut kekuasaannya. Meski malapetaka tersebut sudah dinubuatkan, pada akhirnya Daud adalah pemenangnya.

Pertanyaannya, apakah rahasia Daud hingga bisa menang menghadapi Absalom dan para musuhnya? Tak lain, rahasianya adalah Daud berseru kepada Allah dan mengandalkan-Nya (ay.5), sehingga Allah berpihak pada Daud. Sebanyak apa pun musuh yang bangkit melawannya, mereka pasti kalah karena kekuatan dan perlindungan Allah yang menjaga Daud dari itu semua.

Jadi, siapa pun “musuh atau lawan” kita saat ini, jangan takut! Hadapilah setiap tantangan dalam pekerjaan kita bersama Allah. Karena hanya di dalam Dia, ada kekuatan tak terkalahkan dan benteng perlindungan yang tak tergoyahkan. (ros).