Khotbah Kristen | Jangan Salah Prioritas | Kejadian 19

Renungan-Harian-22-Septemberi-2019
Renungan Harian Mazmur 127: 1-5 | Ciptaan baru
22 September 2019
Renungan-Harian-23-Septemberi-2019
Renungan Harian Ratapan 3: 22-26 | Ular, Alkitab, dan Aku
23 September 2019
Show all

Khotbah Kristen | Jangan Salah Prioritas | Kejadian 19

khotbah-kristen-terbaru-dan-terlengkap

khotbah-kristen-terbaru-dan-terlengkap



Khotbah Kristen | Jangan Salah Prioritas | Kejadian 19, Kita perlu menjaga mata kita, karena mata indra yang begitu penting. Info tentang mata: 85% info kita dapat dari mata. Mata berkedip 12 kali/menit. Mata mampu melihat 10 juta warna dan bisa membedakan 500 warna abu-abu. Organ paling cepat sembuh dalam 48 jam setelah luka. Mata adalah otot yang paling kuat. Alkitab berbicara juga tentang perlu menjaga mata yang bila tidak dijaga akan membawa kita jatuh dalam dosa (Kej. 3: 6; Mat. 5: 38; Mat. 6: 2). Seperti halnya yang terjadi dengan Lot.

Kejadian 13: 10 “Lot melayangkan pandangannya dan dilihatnyalah, bahwa seluruh Lembah Yordan banyak airnya, seperti taman TUHAN, seperti taman Mesir, sampai ke Zoar.” Jelas orientasi hidup Lot adalah kesenangan hidup duniawi. Dari bagian Firman Tuhan yang kit abaca, kita diingatkan jangan salah prioritas seperti Lot. Seperti apakah prioritas Lot?

  1. Kemakmuran hidup lenih dari keutuhan kekerabatan (Kej. 13: 10)

Ketika terjadi pertengkaran antara gembala-gembala Abraham dengan gembala-gembala Lot, Abraham yang adalah paman Lot yang mempersilahkan Lot memilih wilayah tempat buat ternak-ternaknya. Seharusnya Lot yang mempersilahkan Abraham untuk memilih lebih dulu karena Abraham adalah pamannya. Tetapi Lot tidak perduli aturan seperti itu. Ia memilih bagian yang terbaik buat dirinya. Landasan pilihan Lot adalah keangkuhan, keinginan daging dan mata. Mari kita sadar, bahwa hubungan kekerabatan, keluarga, tman harus diprioritaskan di atas kebutuhan yang sementara sifatnya. Jangan karena kesenangan duniawi, harta, tahta hubungan, kekerabatan, kekeluargaan kita jadi rusak.

  1. Kemapanan hidup lebih dari kerohanian keluarga (Kej. 19: 1)

Lot bukan saja kaya secara materi, tetapi ia juga mengejar kehormatan hidup. Orang yang berasa di depan pintu gerbang pada masa itu menandakan ia punya jabatan di masyarakat. Salah satu tugasnya ialah menyelesaikan masalah yang terjadi di masyarakat. Jadi, Lot sangat memprioritaskan kemapanan hidup (kekayaan dan kehormatan). Tetapi sayang sekali, ia mengabaikan kerohanian buat keluarganya. Ini terlihat dari, Lot menawarkan kedua putrinya untuk disetubuhi oleh laki-laki yang ada di Sodom (Kej. 19 : 8). Kedua calon mantu menertawakan kabar pemusnahan kota Sodom (Kej. 19: 14). Istrinya lebih terpikat pada harta, dan jadi tiang garam (Kej. 19: 26). Dan puncaknya, kedua anak Lot melakukan hubungan badan dengan Lot (Kej. 20: 32-34). Mari kita jangan salah prioritas, utamakan pertumbuhan kerohanian keluarga kita lebih dari keinginan kemapanan hidup.

  1. Pilih jadi orang benar lebih dari pemberita kebenaran (2 Petrus 2: 6-8)

Dalam kitab 2 Pet. 2: 6-8, referensi yang tertulis dalam Perjanjian Baru menceritakan betapa Lot, setiap hari ia menderita dengan perilaku dan kelakuan orang-orang Sodom dan Gomora yang sangat jahat. Tetapi Lot tidak berupaya untuk memberitakan kebenaranya ditengah-tengah orang-orang jahat itu. Bila ada, pastilah upayanya diberkati Tuhan dan membuahkan hasil. Nyatanya, setelah Tuhan Allah memusnahkan kota Sodom dan Gomora hanya ada satu orang benar yakni Lot. Seandainya Lot memberitakan kebenaran seperti Yunus memberitakan penghukuman atas Niniwe, pastilah ada yang bertobat. Mari kita jangan puas hanya menderita karena hidup benar, tetapi mari kita juga rela menderita karena kebenaran.

 

– Pdt. Anggung-



Admin
Admin
Renungan Harian Kristen merupakan sebuah website/blog yang dibuat sebagai bentuk pelayanan pribadi dari admin di bidang multimedia. Kami hadir untuk Anda yang sedang mencari bahan renungan, ringkasan khotbah, maupun bahan cerita sekolah minggu. Kami juga merupakan wadah untuk berbagi berkat melalui renungan dari setiap kontributor.

Tinggalkan Balasan