Renungan Harian Matius 4: 1-4 (Injil Roti) Pernyataan Tuhan Yesus ini adalah kebenaran. Namun, kebenaran ini telah dikaburkan dunia ini. Theologi kemakmuran, sukses, liberalisme, sekularisme, dan pengajaran-pengajaran gereja yang mengarahkan pada kehidupan jasmaniah dan kekinian memperparah keadaan ini. Injil Kristus telah diganti “injil roti” supaya lebih mudah menarik orang untuk percaya. Di tengah banyaknya masalah dan pergumulan umat, berita ini sangat menarik. KKR yang menawarkan solusi hidup, kebebasan finansial dan duniawi menarik orang untuk datang tanpa memerhatikan kebenaran yang disampaikan.

Injil Roti

Injil yang mengajak untuk pikul salib, sangkal diri, dan mengikut Yesus telah digantikan dengan injil yang menawarkan kenyamanan hidup. Berita dan pelayanan gereja lebih pada hal-hal yang berkaitan dengan penyelesaian masalah-masalah di bumi ini saja, yaitu pemenuhan kebutuhan jasmani dan jalan keluar dari pergumulan hidup. Seolah-olah, masalah dan pergumulan hidup ini paling berat sehingga memerlukan perhatian dan pertolongan khusus dari Tuhan. Sementara keselamatan, yang sesungguhnya masalah paling utama bagi orang berdosa, adalah masalah mudah yang sudah dikerjakan Tuhan Yesus melalui karya salib. Jika gereja hanya menekankan pada penyelesaian masalah kehidupan dunia ini, gereja itu cenderung sesat.

 

Gereja yang menawarkan kenyamanan dunia dan membuat umat Tuhan betah tinggal di dunia akan cenderung sesat. Gereja seharusnya mengarahkan umat untuk terfokus pada surga dan bumi baru, bukan dunia yang akan binasa. Ujilah setiap pengajaran untuk menemukan injil yang sesungguhnya yang membawa kita pada surga-Nya, bukan surga dunia ini. Jangan fokus pada kekinian, tetapi arahkan hidup kita pada kekekalan. (dan)