Renungan Keluaran 17: 8-16 (Sikap Terhadap Pemimpin). Penilaian atasan terhadap bawahan berperan sangat penting dalam perkembangan karir setiap karyawan. Sayangnya banyak orang yang secara sadar atau tidak malah menunjukkan sikap-sikap yang menimbulkan penilaian negatif dari atasannya. Salah satu karakter bawahan yang paling tidak disukai adalah miskin dedikasi. Dedikasi di sini diterjemahkan sebagai ketulusan pengabdian. Bwahan yang berdedikasi tak hanya menyelesaikan tugasnya dengan baik tetapi berusaha untuk berhasil yang terbaik. Ia akan berusaha melibatkan semua potensi dan kemampuannya untuk hasil terbaik. Bawahan yang selalu berhitung untung rugi hanya mau mengerjakan tugasnya sendiri dengan seadanya tanpa mau mengerjar prestasi.

Sikap Terhadap Pemimpin

Harun dan Hur merupakan contoh yang tepat. Sebagai orang-orang yang dipimpin Musa, mereka menunjukkan ketulusan pengabdian yang luar biasa. Ini terbukti saat Musa tak sanggup lagi mengangkat tangannya-mengangkat tangan, tanda Israel lebih kuat sedangkan tangan diturunkan tanda Amalek lebih kuat-tanpa dikomando, mereka menopang tangan Musa. Dari sini kita tahu bahwa ciri orang yang berdedikasi adalah (1) selalu siap sedia untuk membantu atasannya saat menghadapi kesulitan berkaitan dengan permasalahan di tempat kerja. (2) bekerja tidak terbatas pada Job Description, (3) berinisiatif dan peka terhadap permasalahan-permasalahan yang sedang terjadi sehingga tanpa diminta ia pasti akan bekerja ekstra.

 

Bagaimana dengan kita, apakah kita termasuk pekerja yang kaya dedikasi atau miskin dedikasi terhadap atasan dan tempat kerja kita? Melalui renungan hari ini kiranya kita memilih menjadi pekerja yang berdedikasi tinggi sekalipun atasan kita menyebalkan dan tidak pengertian kepada bawahannya. (yal)