Renungan Harian 2 Tesalonika 2: 13-17 (Perkataan Yang Baik). Sebagai pemimpin, Anda berwewenang menegur bawahan. Namun jangan lupa, bila asal tegur dan tidak tepat caranya, bisa menyakiti hati yang ditegur. Selain tidak akan menemukan solusi, malah menciptakan suasana tak nyaman selanjutnya. Berikut tips menegur yang bijak. (1) Kumpulkan informasi akurat, sebelum menegur agar Anda tidak dianggap sewenang-wenang. (2) Setelah mengetahui terjadi pelanggaran, segera lakukan peneguran. (3) Usahakan jangan menegur di tengah orang banyak dan jangan menegur melalui bantuan orang lain. Lakukan dari pribadi ke pribadi. (4) Jangan menegur dalam keadaan penuh emosi tetapi dengan tenang karena hasilnya akan jauh lebih baik dan objektif.

Perkataan Yang Baik

Lebih dari itu, hal terpenting dalam menegur seseorang adalah kita harus menggunakan kata- kata yang baik. Maksudnya tentu saja bukan kata- kata manis atau berlebihan seperti terkesan kita tak memiliki wibawa sebagai pemimpin. Namun, per- kataan yang baik adalah pemilihan kata dan intonasi suara yang tepat. Tanpa harus menunjukkan nada tinggi atau kata-kata kasar tetapi pesan teguran itu tersampaikan. Perkataan, yang baik saat menegur, ini penting, bukan karena dampaknya ke suasana kerja selanjutnya, melainkan karena kita adalah orang percaya yang sudah menerima kasih karunia keselamatan dari Allah Bapa dan Yesus Kristus, sehingga hidup kita dibarui oleh-Nya. Pembaruan ini salah satunya ditandai dengan berbuat baik dan  mengucapkan perkataan yang baik.

Jika berkata-berkata yang baik sudah men- jadi gaya hidup kita, niscaya berkat Bapa akan dilimpahkannya atas kita. Bukan karena kita, melainkan karena Kristus ada dalam hidup kita. (aze)