Renungan-Yakobus-1-13-Ujian-Meraih-Mahkota-Kehidupan
Renungan-Yakobus-1-13-Ujian-Meraih-Mahkota-Kehidupan

Renungan Yakobus 1: 13 | Ujian Meraih Mahkota Kehidupan

Renungan Yakobus 1: 13 | Ujian Meraih Mahkota Kehidupan. Kehidupan yang sering diperhadapkan dengan ujian seringkali membuat kita menjauh dari pada Tuhan. Ujian datang silih berganti dalam kehidupan kita sehari-hari yang membuat kita berpikir bahwa kita tidak bisa mengatasi dan melewati setiap ujian yang kita alami.

Orang tua atau seseorang yang selalu dekat dengan kita seringkali menjadi pribadi yang kita harapkan untuk memberikan pertolongan ketika kita diperhadapkan dengan ujian dalam kehidupan kita. Semua ujian yang datang dalam kehidupan kita akan kita ceritakan kepada mereka dan berharap agar mereka dapat memberikan solusi atau jalan keluar sehingga kita dapat tetap menjadi orang yang menguasai diri ketika kita berhadapan dengan ujian yang selalu datang dalam kehidupan sehari-hari.

Ujian Meraih Mahkota Kehidupan

Banyak orang yang beranggapan bahwa ujian berasal dari pada Allah, akan tetapi anggapan tersebut belum tentu benar, karena ujian juga bisa datang dari diri kita sendiri. Di dalam Yakobus 1:13 mengatakan: “Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: “Pencobaan ini datang dari Allah!” Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapapun.”

Di dalam Yakobus 1:12 dijelaskan bahwa setiap orang yang sudah tahan uji oleh karena pencobaan-pencoban yang datang dalam kehidupanya ia akan mendapatkan reward dari pada Tuhan, yakni menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan oleh Tuhan kepada orang-orang yang di kasihi-Nya. Tentu kita mempunyai keinginan agar kita dapat menerima mahkota kehidupan yang telah dijanjikan oleh Tuhan. Cara untuk mendapatkan mahkota tersebut yakni kita harus menjadi orang yang tahan uji seperti melawan keinginan daging, karena keinginan daging adalah penghambat kita untuk menjadi orang yang tahan uji.

BACA JUGA:  Renungan Harian Filemon 1: 4 | Doa Syukur Paulus

Jadi, apabila kita sudah dapat menguasai keinginan daging kita oleh karena kita hidup dalam tuntunan Tuhan, maka harapan kita tidak hanya kepada orang tua atau teman-teman yang ada, melainkan pengharapan kita hanya kepada Tuhan yang memberikan kemenangan demi kemenangan dalam kehidupan kita sehingga kita mendapatkan mahkota kehidupan.

 

Penulis: Rianol Silalahi
Pengampu dan Penyunting: Junio Richson Sirait, S.Th

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *