Kumpulan-Renungan-Harian-Remaja-Terbaru-dan-Terlengkap2
Kumpulan-Renungan-Harian-Remaja-Terbaru-dan-Terlengkap2

Renungan Remaja Kejadian 45: 1-24 (Penghambat Kehidupan)

Renungan Remaja Kejadian 45: 1-24 (Penghambat Kehidupan). Nevan sedih banget karena Vio, pacarnya, direbut ama cowo lain. Tapi yang bikin dia tambah sedih, cowo yang ngerebut Vio adalah Alex, sobat Nevan sendiri. Bermodal tampang yang cakep en kantong tebel, berkali-kali Alex ngerayu Vio sampe akhirnya mereka berdua jadian.

Biarpun banyak temen yang muak sama sikapnya, Alex cuek aja. Suatu hari Alex sakit trus dirawat di rumah sakit. Awalnya temen-temennya males jengukin Alex, tapi karena didorong sama Nevan, mereka akhirnya mau. “Kamu ngga marah sama Alex? Ngga dendam sama dia? Dia kan udah mengkhianati persahabatan kalian?” tanya Rendi. “Ngga kok!” jawab Nevan sambil tersenyum, “Kemarahan dan dendam cuman bikin hidupku terhambat.”

Penghambat Kehidupan

Bener banget kata Nevan! Kemarahan dan dendam bisa bikin hidup kita terhambat. Bayangin aja kalo kita marah sama seseorang, apa mungkin kita bisa fokus mengejar impian-impian besan depan? Bayangin juga kalo kita terus nyimpen dendam di hati kita, apa mungkin kita bisa en ngejalanin aktivitas kita sehari-hari? Dari fir-Tu hari ini, kita bisa liat kalo tujuan Tuhan mengang Yusuf sebagai penguasa kedua di Mesir adalah untuk memelihara kehidupan seisi rumahnya dari kelaparan.

Tapi untuk sampe tujuan itu, Yusuf mesti ngalamin serentetan peristiwa yang ngak mengenakkan, dan salah satunya adalah dijual sama sodara-sodaranya sebagai budak. Andai saja Yusuf belom mampu mengampuni sodara-sodaranya dan masih memendam kemarahan ser dendam di dalam hatinya, apa mungkin Tuhan akan menggenapkan tujuan besar itu di dalam dirinya? Of course not! Karena kalo Yusuf masih menyimpan kemarahan dan dendam, bukan memelihara kehidupan sodara-sodaranya, bisa-bisa dia malah biarin mereka semua mati kelaparan.

BACA JUGA:  Renungan Remaja Kejadian 37: 5-11 | Pembunuh Impian

Guys, disakiti itu emang ngga enak, tapi jauh lebih ngga enak kalo kita terus menyimpan sakit hati. Faktanya, sebanyak apa pun kemarahan dan dendam ‘ditambahkan’, semua itu ngga ada faedahnya bagi kita, malah bikin hidup kita jadi terhambat. So, semisal hari-hari ini kita udah disakit dikecewain atau dikhianati, lepaskan aja pengampunan buat mereka! Jadi hidup kita bisa bebas dan siap’menangkap’ tujuan-tujuan besar yang Tuhan siapkan bagi kehidupan kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *