Renungan Matius 7: 24-27 (Nenek Dan Kebun Terong) Suatu hari seorang nenek sedang sibuk sekali mengurus kebun terongnya. Letak kebun terong ini hanya berjarak beberapa meter saja dari rumah sehingga bisa terlihat dari rumah.

Pada waktu itu cucu nenek ini melihat dari jedela neneknya yang sedang sibuk itu. Ia pun penasan sehingga ia datang mendekat kepada neneknya dan bertanya: “nek apa yang dilakukan nenek di sini ? Kok aku lihat sepertinya nenek sibuk sekali.” “Oh ini, nenek sedang merawat tanaman terong-terong ini. Nenek memberi pupuk dan menyiram dengan air supaya pohon-pohon terong ini dapat bertumbuh dengan subur dan dapat menghasilkan buah lebat untuk kita konsumsi. Kalau tidak dirawat dengan diberi pupuk dan air maka pohon-pohon terong ini tidak akan tumbuh dengan baik dan berbuah lebat jawab nenek.” “Oh begitu nek” jawab jawab cucunya sambil menganguk-angukan kepalanya.

Nenek Dan Kebun Terong

Begitu pula dengan iman kita. Iman tidaklah bertumbuh begitu saja, sama halnya dengan tanamam terong nenek, iman perlu untuk dirawat, disiram, dan diberi pupuk supaya dapat bertumbuh dengan subur dan menghasilkan buah yang lebat.

Maka jika iman kita ingin bertumbuh memilikilah hubungan yang baik dengan Sang sumber iman itu sediri. Kemudian belajar kepada Sang sumber iman itu dengancara mendengar dan membaca firman-Nya. Dan yang terakhir tidak hanya berhenti pada belajar tetapi juga mempraktekkan firman Tuhan itu dalam kehidupan hari lepas hari maka niscahya iman kita dapat bertumbuh dan berbuah.

Orang yang bijaksana adalah orang yang tidak hanya belajar firman Tuhan tetapi yang juga mempraktekannya dalam kehidupan.

 

Penulis: Efra Dese