Renungan Lukas 10: 39 | Duduk Diam Di Dekat Kaki Yesus

Renungan-Harian-Matius-20-16-Hati-Yang-Melekat-Pada-Tuhan
Renungan Harian Matius 20: 16 | Hati Yang Melekat Pada Tuhan
Renungan-Harian-Matius-5-3-Miskin-Tapi-Sombong
Renungan Harian Matius 5: 3 | Miskin Tapi Sombong
Show all

Renungan Lukas 10: 39 | Duduk Diam Di Dekat Kaki Yesus

Renungan-Lukas-10-39-Duduk-Diam-Di-Dekat-Kaki-Yesus

Renungan-Lukas-10-39-Duduk-Diam-Di-Dekat-Kaki-Yesus



Siapa diantara kita yang tidak suka apabila ditampilkan di muka umum. Misalnya didalam pelayanan, kalau bisa tampil dihadapan jemaat, jadi pemimpin pujian bisa dikenal banyak jemaat, menjadi singer yang selalu tampil di altar gereja.

Namun berbeda lagi dengan kita, ketika sedang ibadah di gedung gereja, kotbah yang disampaikan  agak lama,  kita mulai protes,  kebaktian kok terlalu lama. Jemaat banyak sekali yang menyukai kotbah singkat, praktis dan akhirnya agar cepat pulang. Bahkan kalau kebaktian tidak selesai-selesai, ibadah belum selesai pulang duluan, karena sudah banyak acara di hari minggu yang sudah ngantri.

Duduk Diam Di Dekat Kaki Yesus

Lain halnya yang dilakukan oleh Maria. Maria bersedia duduk diam di dekat kaki Yesus bisa berjam-jam mendengarkan suara Tuhan. Kalau kita sering tidak sabaran dalam menunggu sesuatu, maka berbeda dengan sikap Maria, meskipun Marta sibuk menyiapkan makanan atau minuman untuk Yesus, Maria memilih cara yang tidak lazim di adat masyarakat Timur Tengah atau di Israel pada waktu itu. Hal ini juga pasti juga tidak lazim juga bagi adat ketimuran. Tidak menjamu seseorang yang sedang bertamu dianggap tidak punya tata krama adat ketimuran yang harus menghormati tamunya.

Namun Yesus justru memuji sikap Maria yang dituduh oleh Marta yang menganggap Maria tidak tahu diri dengan tidak membantunya yang sedang sibuk di dapur.

Duduk diam bukan berarti, santai, atau bengong saja, namun Maria justru mendengarkan setiap perkataan Yesus. Hal ini menandakan bahwa Maria adalah tipe seorang yang suka berdoa. Suka berdoa bisa berarti rela tinggal dibalik layar, tidak banyak diketahui orang. Bagaimana dengan kita, berdoa aja jarang, apalagi duduk diam berdoa dan membaca Firman Tuhan berlama-lama.

Tidak semua orang suka dengan apa yang dilakukan Maria. Tetapi Tuhan Yesus sedang mencari orang-orang seperti Maria yang suka duduk di dekat kaki Yesus.

Bagaimana kita mau mengaku sebagai orang yang mencintai Yesus, sedangkan kita untuk berlama-berlama bersama Yesus saja kita tidak betah. Bagaimana kita bisa merasa memiliki Yesus, sedangkan kita saja, ketika Tuhan mau memiliki kita,   kita justru tidak mau berla-lama mendengarkan suaraNya.

Ada pepatah minir : Dekat dengan orangnya saja tidak suka apalagi mendengarkan suaranya.

Jadilah orang yang luar biasa. Maksudnya adalah jadilah orang yang diatas rata-rata. Orang rata-rata adalah orang yang tidak betah berlama-lama dengar-dengaran dengan Tuhan melalui pembacaan FirmanNya.

Jangan kita mengira bahwa apa yang dilakukan Maria tidak ada hasilnya. Kita lihat peristiwa berikut ini: Didalam Yohanes 11 tentang Lazarus dibangkitkan. Sikap Yesus terhadap Marta  berbeda dengan sikap Yesus terhadap Maria.

Pada ayat 23 dan seterusnya demikian bunyinya;  “kata Yesus kepada Marta : “Saudaramu akan bangkit”. Kata Marta kepadaNya: Aku tahu bahwa ia akan bangkit pada waktu orang-orang bangkit pada akhir jaman”. Jawab Yesus :”Akulah kebangkitan dan hidup. Barangsiapa percaya kepadaKu, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan percaya kepadaKu, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini ?”

Dalam hal ini Yesus marah menghadapi sikap Marta yang tidak percaya.

Namun justru sebaliknya berbeda dengan yang dialami Maria,

Pada ayat 32 dan seterusnya dikatakan demikian : “Setibanya Maria di tempat Yesus berada dan melihat Dia, tersungkurlah ia didepan kakiNya dan berkata :”Tuhan sekiranya Engkau ada disini, saudaraku  pasti tidak akan mati”. Ketika Yesus melihat Maria menangis  dan juga orang-orang Yahudi yang datang bersama-sama Dia, maka masygullah hatiNya.” …   Maka menangislah Yesus.” maka berserulah Dia dengan suara keras :”Lazarus, marilah keluar!” Orang yang telah mati itupun keluar.

Tuhan Yesus tersentuh hatinya karena Maria seorang yang memiliki hubungan yang intim denganNya, dimana Maria suka duduk didekat kaki Yesus.

Lazarus sudah hidup kembali oleh karena hati Yesus digerakkan oleh kesetiaan Maria pada Yesus.

 

APLIKASI:

  1. Mengapa Anda tidak betah berlama-lama duduk di dekat kaki Yesus?
  2. Tindakan apa saja yang Anda lakukan agar Anda jadi betah berlama-lama duduk di dekat kaki Yesus guna mendengar suaraNya?

 

KOMITMEN PRIBADI:

Aku mau pilih seperti Maria dan Daud pilih. Seperti yang Daud katakan di Mazmur 84:10; “Sebab lebih baik satu hari dipelataranMu, dari pada seribu hari di tempat lain”.

 

DOA:

Tuhan Yesus, tenggelamkan aku didalam kasihMu, sehingga aku betah tinggal duduk diam  didekat kakiMu. Amin.

 

Ditulis oleh:

Natanael Agus Pratono

Admin
Admin
Renungan Harian Kristen merupakan sebuah website/blog yang dibuat sebagai bentuk pelayanan pribadi dari admin di bidang multimedia. Kami hadir untuk Anda yang sedang mencari bahan renungan, ringkasan khotbah, maupun bahan cerita sekolah minggu. Kami juga merupakan wadah untuk berbagi berkat melalui renungan dari setiap kontributor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *