Renungan Harian Yohanes 3 | Proyek Besar Allah, Membuka Lowongan Kerja

Renungan-Harian-Matius-6-Kumpulkan-Bagimu-Harta-Di-Sorga
Renungan Harian Matius 6 | Kumpulkan Bagimu Harta Di Sorga
Renungan-Harian-Kejadian-9-Pelangi-Kemuliaan-Dan-Keselamatan
Renungan Harian Kejadian 9 | Pelangi Kemuliaan Dan Keselamatan
Show all

Renungan Harian Yohanes 3 | Proyek Besar Allah, Membuka Lowongan Kerja

Renungan-Harian-Yohanes-3-Proyek-Besar-Allah-Membuka-Lowongan-Kerja

Renungan-Harian-Yohanes-3-Proyek-Besar-Allah-Membuka-Lowongan-Kerja



Renungan Harian Yohanes 3 | Proyek Besar Allah, Membuka Lowongan Kerja. Setiap orang yang masuk kategori angkatan kerja, ingin mendapat pekerjaan. Orang kalau sudah bekerja dan mendapat uang,  umumnya untuk membeli makanan, pakaian, tempat tinggal, kendaraan dll.

Ada yang sering dilupakan,  bahwa manusia dihadirkan Tuhan didunia ini dalam waktu yang sangat amat singkat. Waktu hidup yang Tuhan berikan pada kita berlalu begitu cepat. Waktu usia kita begitu pendek. Waktu sekarang bukanlah waktu untuk bersantai-santai.

Manusia diciptakan tidak hanya untuk makan saja,  dan tidak untuk bersenang-senang bagi diri sendiri saja.  Ada yang lebih penting dan menyenangkan  dari semua itu. Tetapi kita sering lalai dan kita abai terhadap hal itu. Padahal inti hidup kita terletak disitu, yaitu sudah sejak awal mula kita yang sudah diselamatkan Tuhan,  dirancang dan  dilibatkan dalam Proyek Besar Allah, yaitu  menyelamatkan manusia dari hukuman kekal yaitu neraka.

Apakah hal ini masih kita anggap paling penting dalam hidup Anda?

Setiap proyek besar pasti ada tenaga ahlinya. Tuhan Yesus Anak Tunggal Bapa, diutus BapaNya untuk menyelesaikan  Proyek Besar ini, sedangkan Yesus sebagai tenaga ahlinya untuk menyelamatkan orang-orang berdosa.

Apakah Yesus sebagai tenaga ahli akan bekerja sendirian? Sama sekali tidak !

Allah ingin kita terlibat dalam Proyek Besar Allah ini. Karena kita sudah diberi kuasa dan dijadikan anak-anak Allah.

Allah sudah memberikan kepada kita semua fasilitas yang diperlukan di dunia ini,  dengan tujuan agar dipakai sebagai alat kerja dalam Proyek Besar Allah itu.

Kalau kita sudah mendapat pekerjaan, dan mendapat penghasilan, belilah makanan yang “mengenyangkan” jiwa. Makanan kita yang sesungguhnya adalah melakukan kehendak Tuhan.

“Mengapakah kamu belanjakan uang untuk sesuatu yang bukan roti, dan upah jerih payahmu untuk sesuatu yang tidak mengenyangkan?” (Yesaya 55:2)

Dalam ayat diatas “Roti” berbicara tentang roti hidup, yaitu Firman Allah. “Kata Yesus kepada mereka; “makananKu ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaanNya.” (Yohanes 4:34)

Kalau sekarang ini kita sedang bekerja atau yang masih menganggur; “Bekerjalah bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meteraiNya.” (Yohanes 6 : 27)

Bagi Tuhan tidak ada istilah pengangguran. Bagi Tuhan tidak ada istilah pensiun. Pekerjaan kita yang sesungguhnya adalah bekerja di Proyek Besar Allah.  Makanan kita yang sesungguhnya adalah melakukan Firman Allah.

 

APLIKASI

  1. Meskipun Anda sudah bekerja di dunia kerja Anda, “apakah pekerjaan Anda sudah masuk dalam Proyek Besar Allah”?
  2. Bagi Anda yang merasa “menganggur”, apakah Anda bersedia masuk dalam Proyek Besar Allah?”

 

KOMITMEN PRIBADI

Karena aku sudah diselamatkan oleh Kristus, maka aku mau memakai pekerjaanku sekarang menjadi bagian dalam Proyek Besar Allah

 

DOA

Roh Kudus,  tolong kami untuk dapat memakai pekerjaan kami sekarang ini,  menjadi bagian dalam pekerjaan Proyek Besar Allah, dan memakai FirmanMu menjadi makanan kami yang sesungguhnya dan menjadi makanan kesukaan kami. Amin.

 

Ditulis oleh: Natanael Agus Pratono

 

Admin
Admin
Renungan Harian Kristen merupakan sebuah website/blog yang dibuat sebagai bentuk pelayanan pribadi dari admin di bidang multimedia. Kami hadir untuk Anda yang sedang mencari bahan renungan, ringkasan khotbah, maupun bahan cerita sekolah minggu. Kami juga merupakan wadah untuk berbagi berkat melalui renungan dari setiap kontributor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *