Renungan-Sekolah-Minggu-Matius-1-18-25-Teladan
Renungan Sekolah Minggu Matius 1: 18-25 | Teladan
Khotbah-Kristen-1-Korintus-15-14-Makna-Kebangkitan-Kristus
Khotbah Kristen 1 Korintus 15: 14 | Makna Kebangkitan Kristus
Show all

Renungan Harian Yohanes 10: 11

Renungan-Harian-13-Mei-2019


Renungan Harian Yohanes 10: 11. Dalam Yohanes 9, Yesus dengan penuh kasih menyembuhkan seorang pria yang buta sejak lahir.Ketika orang-orang kagum pada mukjizat itu, orang-orang Farisi menjadi kesal. Mereka tidak setuju dengan Yesus yang menyembuhkan pada hari Sabat, hari suci mereka. Mereka berdebat dengan Yesus dan akhirnya mengusir pria yang disembuhkan itu dari rumah ibadat setempat.

Mereka secara keliru memilih aturan yang tidak berharga atas belas kasih dan kasih sayang. Sayangnya, ini adalah orang-orang yang bertanggung jawab atas kesehatan rohani Israel. Para pemimpin agama ini seharusnya menjadi gembala yang bijaksana, membimbing kawanan domba mereka menuju ibadah yang benar kepada Allah.

Sebaliknya, mereka adalah orang-orang munafk yang merasa benar yang memimpin orang-orang sesat. Karena ingin menunjukkan kepada orang-orang tentang kebenaran. Yesus berkata kepada orang banyak,  Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa, dan Aku memberikan nyawa-Ku bagi domba-domba-Ku.”(Yohanes 10: 14-15, NIV).

APAKAH ARTINYA?

Di seluruh Kitab Suci, gambar seorang gembala digunakan untuk menggambarkan para pemimpin Israel pada saat penawanan Asiria dan Babilonia (Yeremia 10:21). Namun ketika semua pemimpin manusia Israel (gembala) gagal, Yesus berhasil. Kitab 1 Petrus menyebut Yesus “Gembala Anda, Pengawal jiwa Anda” (2:25) dan “Gembala Agung” (5: 4). Ibrani 13:20 menyebut Yesus sebagai “Gembala domba yang Agung.”

Seorang gembala adalah seseorang yang mencintai, mengawasi, dan melindungi mereka yang ada dalam perawatannya. Dia menyediakan kebutuhan kawanan dombanya dan mengorbankan diri untuk keselamatan mereka. Ini menggambarkan Yesus dengan sempurna. Di kayu salib, Dia mengorbankan hidup-Nya untuk domba-domba-Nya. Mikha 5: 4 mengatakan, “Ia akan berdiri dan menggembalakan kawananNya dengan kekuatan Tuhan, dalam keagungan nama Tuhan, Allahnya” (NIV). Yesus juga digambarkan sebagai “pintu untuk domba” (Yohanes 10: 7).

Hanya melalui Dia kita dapat memasuki Kerajaan surgawi Allah. Sayangnya, tidak semua orang mendengar panggilan Gembala yang Baik. Hanya pengikut Yesus yang sejati “yang mengenali suara-Nya dan datang kepada-Nya” (Yohanes 10: 3). Apakah Anda salah satu dari domba Yesus?

LALU APA YANG HARUS DILAKUKAN?

Tidak ada yang bisa mengenali suara Gembala yang Baik, seperti yang dikatakan Yohanes 10: 3, tanpa percaya bahwa Dia adalah Anak Allah, yang diutus untuk menyelamatkan kita dari dosa-dosa kita. Percayalah pada Yesus hari ini!

TAHUKAH ANDA?

Alkitab sering menyebut Allah Bapa sebagai gembala juga. Mazmur 80: 1 menyebut Allah “Gembala Israel,” dan Mazmur yang paling terkenal – Mazmur 23 – dimulai dengan kata-kata ini: “Tuhan adalah gembalaku; takkan kekurangan aku” (ESV).

baca juga: Renungan Harian Yehezkiel 34: 1-31 | Tuhan Adalah Gembalaku Yang Baik

Admin
Admin
Renungan Harian Kristen merupakan sebuah website/blog yang dibuat sebagai bentuk pelayanan pribadi dari admin di bidang multimedia. Kami hadir untuk Anda yang sedang mencari bahan renungan, ringkasan khotbah, maupun bahan cerita sekolah minggu. Kami juga merupakan wadah untuk berbagi berkat melalui renungan dari setiap kontributor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *