Renungan Harian Yesaya 33: 2-6 | Menghadapi perubahan. Hari itu panas, tetapi di dalam hatiku dingin, sedih bercampur khawatir. Air mata mengalir membasahi pipiku saat putra kembarku berangkat untuk berkuliah di perguruan tinggi. Hari-hariku menjadi ibu berhenti tiba-tiba pagi itu, meninggalkanku menghadapi perasaan sedihku dan kehilanganku yang berkepanjangan ditinggal anakku yang pindah dari rumah.

Kemudian pada minggu itu juga, sepasang merpati membuat sarang di terali rumahku. Ketika bayi-bayi mereka menetas, sarang itu berisik dengan aktivitas. Sang orangtua terus bekerja untuk memberi makan anak-anak merpati yang lapar. Bayi-bayi itu tumbuh dengan cepat, dan sarangnya segera menjadi terlalu ramai. Suatu pagi, aku menyadari bahwa sarang itu telah kosong. Merpati-merpati itu – bukan hanya anak-anaknya, melainkan juga orangtuanya – telah pergi.

Burung itu telah mengajariku bahwa Allah merancang kehidupan kita supaya memiliki perubahan peran dan musim. Ketika aku mengamati burung-burung itu, Allah mendorongku agar mencari peran baru untuk musim baruku – dalam hal ini, karier keduaku sebagai penulis.

Ketika kita menghadapi perubahan musim dalam hidup kita, kita dapat pergi kepada Allah untuk meminta stabilitas, kebijaksanaan, dan pengetahuan. Syukurlah, Allah memberikan berkat dalam tiap musim kehidupan. (May Patterson)

baca juga: Renungan Harian Kisah Rasul 9 | Pertobatan Yang Sulit Dipercaya!