www.renunganhariankristen.com Kematian dan kebangkitan Yesus Kristus merupakan peristiwa yang sangat penting dalam sejarah. Ketika dengan ajaibnya Yesus bangkit dari kematian, itu melambangkan berhasilnya rencana keselamatan Allah untuk para pendosa seperti kita.

Setelah mendiskusikan kematian, kebangkitan, dan kenaikan Yesus ke sorga selama empat minggu terakhir, sekarang kita pusatkan perhatian kita pada keselamatan itu sendiri. Selama tiga minggu ke depan, kita akan mendiskusikan tentang keselamatan yang diberikan oleh Yesus melalui salib dan kubur kosong: Mengapa   keselamatan ini perlu? Apa yang Dia lakukan? Bagaimana dampaknya bagi kita? Kita akan mencoba menjawab beberapa pertanyaan. Tapi pertama-tama kita akan membahas terlebih dahulu: rekonsiliasi atau perdamaian.

Apakah artinya?

Kata perdamian berarti mengembalikan keharmonisan antara dua orang atau lebih orang atau kelompok yang saling berselisih satu dengan yang lain. Alkitab berkata kita memulai hidup dengan menjadi seteru Allah. Kita adalah musuhnya Allah (Roma 5:10).

Mungkin anda berpikir, tunggu sebentar. Itu terdengar sangat berbahaya. Saya tidak pernah merasa menjadi musuh Allah.

Disinilah dibutuhkan pemahaman tentang dosa yang tepat. Dosa lebih buruk dari apa yang anda pikirkan. Alkitab berkata, dosa adalah melawan hukum Allah (1 Yoh 3:4), dosa membuat kita menemui kebinasaan (Efesus 4:22), dan setiap manusia berdosa (Roma 3:23). Ini artinya kita semua berada dalam sebuah tumpukan masalah.

Ketika Adam dan Hawa pertama kali tidak taat pada Allah di taman Eden, dosa masuk ke dalam dunia dan merusak setiap sudut ciptaan Tuhan seperti penyakit, termasuk hati manusia. Dosa merusak hubungan hubungan Adam dan Hawa dengan Tuhan dan memaksa mereka untuk meninggalkan hadirat Tuhan di taman Eden (Kejadian 3:22-24), dan menyebabkan kita terpisah dengan sang Pencipta sampai hari ini. Karena kita bersalah di hadapan Tuhan yang Maha Kudus dan tidak bisa berbuat apa-apa untuk mendapatkan pengampunan dengan kekuatan kita sendiri, kita butuh pertolongan dari orang lain untuk memperdamaikan kita – atau membuat kita menjadi layak – dengan Pencipta kita.

Tanpa perantara ini, kita akan menuju pada neraka yang kekal.

Itulah sebabnya mengapa Yesus datang. Kematian dan kebangkitan-Nya memuaskan murka Allah. Pengurbanan Yesus mengembalikan hubungan yang telah rusak antara Allah dengan manusia. Yesus adalah pendamai yang hebat.

Lalu apa yang harus dilakukan?

Baca Roma 5:6-11; 2 Kor 5:18-21; dan Kol 1:19-22 untuk lebih mengerti lagi mengenai pendamaian melalui Kristus

Tahukah anda?

Kolose 1 :22 berkata, pendamaian Kristus membuat kita “kudus dan tak bercela dan tak bercacat di hadapan-Nya.” WOW!!!