Renungan Harian Roma 11: 11-24 | BERAKAR PADA KASIH KARUNIA ALLAH

Seorang tukang kebun sedang memangkas cabang-cabang yang mati dari pohon zaitunnya. Ia mengganti cabang-cabang itu dengan dengan mencangkokkan tunas baru dari pohon liar yang terlihat tak berguna. Beberapa bulan kemudian, pohon itu menghasilkan buah yang lebat, jauh melebihi harapan. Si tukang kebun tersenyum, menyadari bahwa pohon itu berbuah bukan karena cabangnya, tetapi karena akarnya yang kuat.

Dalam Roma 11:11-24, Paulus menggambarkan orang Israel sebagai pohon zaitun asli yang sebagian cabangnya dipotong karena ketidakpercayaan mereka. Cabang liar, yaitu bangsa-bangsa lain, dicangkokkan ke pohon itu karena iman mereka kepada Kristus. Namun, Paulus mengingatkan agar cabang liar tidak menjadi sombong, karena mereka bergantung pada akar pohon zaitun, yaitu kasih karunia Allah. Hal ini menunjukkan bahwa keselamatan bukanlah hasil usaha manusia, tetapi anugerah Allah yang mengundang semua orang untuk masuk ke dalam keluarga-Nya.

Seringkali, kita tergoda untuk merasa lebih baik dari orang lain karena iman atau pelayanan kita. Namun, Paulus mengingatkan bahwa posisi kita di dalam Kristus bukanlah karena kehebatan kita, melainkan semata-mata karena kasih karunia-Nya. Jika Allah sanggup memotong cabang asli yang tidak setia, Ia juga dapat memotong kita jika kita tidak hidup dalam iman dan kerendahan hati.

Mari kita belajar untuk hidup dalam iman yang rendah hati, menyadari bahwa keselamatan kita adalah karya Allah semata. Bagikan kasih karunia itu kepada orang lain, khususnya mereka yang merasa jauh dari Allah. Biarkan hidup kita menghasilkan buah yang memuliakan Dia, karena kita telah dicangkokkan ke dalam pangkuan kasih karunia-Nya. (JL)

Baca Juga Artikel Lainnya....