Renungan-Harian-Remaja-Rut-1-Kesetiaan-Rut

Renungan Harian Remaja Rut 1: 16-18 | Kesetiaan Rut

Renungan Harian Remaja Rut 1: 16-18. Berturut-turut Naomi harus mengalami peristiwa duka. Setelah kematian suami tercinta, kedua anak lelaki yang dikasihinya meninggalkannya juga untuk selamanya. Tentu saja ini merupakan kondisi yang sangat sulit bagi Naomi apalagi kedua menantunya ada bersamanya. Merasa tidak memilki apa-apa lagi untuk kedua menantunya, Orpa dan Rut, Naomi meminta kedua menantunya untuk kembali ke orang tuanya masing-masing. Orpa saat itu juga rela meninggalkan Naomi, sedangkan Rut tetap saja mengikuti kemana pun mertuanya itu melangkahkan kaki. Sehingga tinggallah Naomi bersama Rut.

Siapakah sebenarnya Rut itu? Mengapa dia berani mempertaruhkan hidupnya demi kasih sayangnya pada mertuanya? Bukankah mertuanya sudah tidak punya anak lagi, jadi buat apa dia bertahan hidup dengan orang lain? Mungkin segudang pertanyaan timbul dalam pikiran kita. Tapi marilah kita pelajari siapa Rut dan bagaimana karakternya :

  1. Rut adalah seorang yang setia. Kesetiaan Rut ditunjukkan saat ia hidup berdua dengan mertuanya. Ia tidak peduli dengan Orpa, iparnya yang rela meninggalkannya. Rut lebih memikirkan mertuanya yang seorang diri.
  2. Rut adalah seorang pekerja yang rajin. Rut datang kepada Naomi untuk minta izin dan doa restunya karena dia akan bekerja.
  3. Rut memiliki otak yang cerdas. Daya ingat Rut tinggi. Terbukti, setiap perkataan yang didengar dari Naomi tetap tersimpan dalam benaknya.

Tanggal 21 April diperingati hari Kartini. Perjuangan R.A Kartini dengan setia dan gigih agar wanita Indonesia memilki kedudukan yang sejajar dengan pria, tidaklah sia-sia. Wanita dan pria dapat bekerja sama dalam berkarya. Begitu juga Rut. Kesetiaan Rut membuahkan hasil yang gemilang. Keturunannya diberkati Allah secara berlimpah. Raja Daud dan putranya, Salomo, tidak terlepas dari uluran tangan Allah yang kuat. Karena itu setialah agar tangan Allah yang kuat juga akan memberkati kita! Amin. [RJW – Renungan Hari Ini]

BACA JUGA:  Renungan Harian Remaja 1 Tawarikh 13:1-14 | Baik, Belum Tentu Benar

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *