Renungan-Harian-Remaja-Matius-7-1-6-Mulutmu-Harimaumu

Renungan Harian Remaja Matius 7: 1-6 | Mulutmu, Harimaumu!

Renungan Harian Remaja Matius 7: 1-6. Ketika sang aktor kawakan mendekam di penjara, salah satu infotainmen memberikan judul “Mulutmu, Harimaumu”.  Terkesan jahat banget pernyataan tersebut, tapi pernyataan ini mengindikasikan agar kita berhati-hati dengan perkataan yang keluar dari mulut kita sendiri dan jangan mudah melihat kesalahan orang lain, sementara kesalahan sendiri tidak kelihatan.  Sebab dari perkataan kitalah justru dapat menghancurkan kehidupan kita sendiri.

Kalau kita amat-amati saat ini, memang banyak sekali orang yang sangat pandai dalam hal menghakimi orang lain.  Dimana-mana orang berusaha menjelekkan orang lain sementara kekurangannya sendiri tidak dilihatnya.  Padahal Yesus meperingatkan bahwa menunjuk kesalahan orang lain adalah berbahaya.

Dia berkata bahwa orang dengan balok di matanya tidak seharusnya mengeluarkan selumbar dari mata orang lain.  Dia menantang pendengarNya untuk memilih bersikap rendah hati, bukannya munafik dengan cara selalu menerapkan kebenaran bagi dirinya mereka sendiri sebelum menyalahkan orang lain.

Sobat, memang nggak enak melihat selumbar dimata orang, tapi lebih tidak enak lagi bila mata kita terhalang oleh balok.  Belajarlah bersikap rendah hati dengan mencabut balok di mata kita lebih dulu sebelum mengeluarkan selumbar di mata orang lain.  Satu hal, ketika kita melihat kesalahan orang lain, jangan mudah menghakiminya! Kita bukan manusia sempurna yang tidak luput dari kesalahan dan kekurangan.  Justru kitalah yang perlu belajar mengoreksi diri sendiri lebih dulu dengan kerendahan hati.

Manusia rentan dengan masalah.  Tapi tidak mengharuskan kita menjadi hakim atas orang lain.  Justru seharusnya kita sadar, mengapa Yesus meletakkan balok di mata kita? Karena Yesus tidak menghendaki kita jauh oleh kesalahan kita sendiri yang tidak kita lihat.

BACA JUGA:  Renungan Remaja Matius 23: 23-28 | Jangan Munafik!

Sobat, siapakah dirimu; apakah orang yang pandai mencabut selumbar atau mencabut balok?  Berhentilah mencabut selumbar sebelum diri kita sendiri yang celaka! (Renungan Harian Remaja Matius 7: 1-6 | Mulutmu, Harimaumu!)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *