Renungan Harian Remaja Matius 26:30 | Lidah Tak Bertulang

19.-Renungan-Harian-Remaja-Matius-21-18-22-Dilarang-Bimbang
Renungan Harian Remaja Matius 21:18-22 | Dilarang Bimbang!
2017
21.-Renungan-Harian-Remaja-Amsal-26-18-19-Bersenda-Gurau
Renungan Harian Remaja Amsal 26: 18-19 | Bersenda Gurau
2017
Show all

Renungan Harian Remaja Matius 26:30 | Lidah Tak Bertulang

20.-Renungan-Harian-Remaja-Matius-26-30-Lidah-Tak-Bertulang


Renungan Harian Remaja Matius 26:30. Sebuah lagu lama berkata, “Memang lidah tak bertulang, tak terbatas kata-kata…” Rasanya, ungkapan lagu tersebut sangat cocok bagi Petrus. Betapa tidak, saat malam sebelum Yesus ditangkap, Yesus berkata pada murid-murid-Nya bahwa iman mereka akan tergoncang karena Dia. Tetapi dengan tegas Petrus menjawab bahwa imannya tidak akan tergoncang, apalagi sampai harus menyangkal Yesus (ayat 35). Sayangnya, pernyataan Petrus tidak dapat dipertanggungjawabkan. Buktinya, ia justru mengingkari pernyataannya sendiri. Ia bahkan mengutuk dan bersumpah kalo ia tidak mengenal Yesus (ayat 74). Pernyataan Yesus pun tergenapi bahwa ia akan menyangkal-Nya sebanyak tiga kali sebelum ayam berkokok.

Sobat muda, perkataan Petrus yang dengan ringannya meluncur dari bibirnya menggambarkan bahwa terkadang orang terlalu menyepelekan sebuah ungkapan tanpa memandang siapa lawan bicaranya dan tidak memikirkan akibatnya. Seolah-olah memang lidah ini tak bertulang. Jadi nggak usah berpikir panjang, mau ngomong apa saja terserah.

Mungkin kita pun tak jauh beda dengan Petrus walau dengan skala kecil. Misalnya, kita membuat janji pada Tuhan dan sesama dengan mudahnya dan yakin bahwa kita tidak akan mengingkari. Bahkan kita pun mengucapkan kata ‘sumpah’ untuk membuktikan keseriusan kita. Aduh… aduh… pake sumpah segala, sombong banget deh kita kalo sampai bersikap seperti itu. Gimana jadinya kalo kita nggak konsekuen dengan apa yang kita ucapkan?

Sobat muda, sadar nggak sih, kalo sebenernya kita itu sudah bersikap sombong di hadapan-Nya melalui bibir kita yang mudah sekali mengeluarkan kata-kata yang sia-sia tanpa memikirkan akibatnya? Berhati-hatilah, sebab akibat yang ditimbulkan jauh lebih dahsyat dari perkataan kita sendiri. Jangan sampai lho, kita menyesal karena ternyata ucapan kita dapat merugikan diri kita sendiri apalagi merugikan orang lain! Firman Tuhan berkata, katakanlah ya jika ya dan tidak jika tidak. Jangan menjadi penentang atas kata-kata kita sendiri. Karena setiap ucapan yang keluar dari mulut kita akan diminta pertanggungjawabannya. (RJW – Renungan Harian Remaja Matius 26:30)


Admin
Admin
Renungan Harian Kristen merupakan wadah untuk berbagi berkat melalui firman Tuhan setiap hari. Semoga melalui setiap artikel yang dibagikan dapat menjadi berkat bagi banyak orang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *