Renungan-Harian-Remaja-1-Yohanes-2-7-17-Hidup-tapi-Mati

Renungan Harian Remaja 1 Yohanes 2: 7-17 | Hidup tapi “Mati”

Renungan Harian Remaja 1 Yohanes 2: 7-17. Hidup tapi mati! Pernah melihat kondisi seperti ini? Atau, jangan-jangan kita mlah nggak sadar, kalau sesungguhnya kita sedang ada dalam kondisi demikian??? Secara kasat mata atu jasmani, kita mungkin terlihat baik-baik saja, namun sesungguhnya kita sudah ‘mati’ secara rohani.  Lho, kok bisa? Bingung, khan?

Hidup tapi “Mati”

Kita bisa dibilang hidup tapi ‘mati’ bila sehari-hari kita nunjukin hal yang seperti ini; setiap Minggu kita pergi ke gereja dengan rajin, kita menjalani kegiatan-kegiatan keagamaan dengan giat, kita berdoa dan baca firman setiap hari, tetapi dalam kehidupan sehari-hari, kita tetap hidup dalam kejahatan.  Kita tetap hidup dalam kebencian dan dendam. Kita tetap tidak mau memaafkan dan mengampuni.  Kita tetap nggak mau taat dan setia melakukan firman Tuhan.

Intinya, sekalipun hidup kita terlihat saleh, kenyataannya hidup kita masih dalam dosa.  Emang sih, manusia nggak bisa melihat kondisi kita yang sebenarnya, karena mereka hanya tahu yang tampak mata.  Namun, Allah adalah Tuhan yang mengenal setiap hati dan kita nggak bisa menyembunyikan keadaan kita yang sesungguhnya dari Dia.

Sobat muda, jika kita nggak juga mengubahnya, maka cepat atau lambat, kita pasti akan binasa.  Karenanya, kita musti buru-buru bertobat dan memperbaharui cara hidup kita.  Kekristenan bukan sekedar kegiatan-kegiatan ibadah dan bukan sekedar mempelajari dan meneliti firman Tuhan, seperti yang dilakukan ahli-ahli taurat dan orang Farisi, namun sesungguhnya mereka nggak hidup di dalamnya.  Menjadi pengikut Kristus berarti kita harus berbuat kebenaran (1 Yoh. 2:29), hidup dalam kesucian dan kasih (Luk. 6:36), melakukan segala perintah-perintahNya (1 Yoh 5:2)  dan nggak lagi berbuat dosa (1 Yoh 3:3,9).

BACA JUGA:  Renungan Harian Remaja Amsal 12: 1-15 | Kudu Dipaksa

Selidiki hidup kita kembali, mohon ampun jika kita masih menyimpan dan hidup dalam dosa.  Mintalah Allah memulihkan hidup kita.  Mulailah hidup di dalam ketaatan sebagai anakanak Allah yang sungguh-sungguh tinggal dalam kehendak dan firman Nya, supaya kita beroleh hidup (Yoh. 3:36). Jangan tunggu sampai kita dalam keadaan hidup tapi ‘mati’, lho! (Renungan Harian Remaja 1 Yohanes 2: 7-17 | Hidup tapi “Mati”)

Baca juga: Khotbah Kristen Ayub 20 | Ketika hidup terasa tidak sesuai harapan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *