Kumpulan-Renungan-Harian-Anak-Sekolah-Minggu
Renungan Anak Lukas 2: 8-20 (Hadiah Untuk Tuhan)
Kumpulan-Renungan-Harian-Anak-Sekolah-Minggu
Renungan Anak Lukas 1: 26-38 (Menjadi Alat Tuhan)
Show all

Renungan Harian Mazmur 116: 15

Renungan-Harian-25-Januari-2020

Renungan-Harian-25-Januari-2020



Renungan Harian Mazmur 116: 15. Kemarahan dan kebencian mengalir dalam rakyat banyak bagai darah dalam pembuluh darah. Dengan teramat marah mereka menyeret orang tak bersalah keluar Yerusalem dan mengambil senjata pembunuhan mereka.

Batu-batu, besar dan kecil, melintas dengan kecepatan mematikan di udara, meremukkan tubuh korban seperti sekaleng soda yang ditendang di jalanan. Ketika nyawanya hampir terangkat dari padanya, Stefanus menengadah ke langit dan memohon, “Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka!” (Kisah Para Rasul 7: 60). Dan meninggalah ia.

Stefanus baru saja menjadi martir pertama dalam Gereja Kristen mula-mula. Stefanus adalah orang beriman yang dengan rendah hati melayani orang lain di belakang layar dan dengan penuh kuasa memberitakan Kristus di depan umum (Kisah Para Rasul 6: 1-10). Tetapi beberapa orang jahat membuat tuduhan-tuduhan palsu atasnya dan membawa dia menghadap Sanhedrin, yang mendengarkan pembelaan diri Stefanus sampai ia menuduh para Sanhedrin menolak perintah Allah dan mengaku mendapat penglihatan bahwa Yesus berdiri di sebelah Allah di surga. Para Sanhedrin begitu marah mendengar penistaan agama ini sehingga memutuskan Stefanus harus dilempari dengan batu sampai mati.

APAKAH ARTINYA?

Stefanus dengan teguh hati kehilangan nyawanya karena iman Kristennya, tetapi ia bukanlah orang terakhir yang meninggal demikian. Sepanjang sejarah, umat Allah sudah bertahan dari serangan terus-menerus dari orang-orang keji.

Dalam masa Perjanjian Lama, “mereka dilempari, digergaji, dibunuh dengan pedang; mereka mengembara dengan berpakaian kulit domba dan kulit kambing sambil menderita kekurangan, kesesakan dan siksaan” (Ibrani 11: 37). Dalam masa Perjanjian Baru, Paulus, Petrus, dan kebanyakan murid-murid Yesus mati syahid, sesuai dengan tradisi gereja masa itu. Orang-orang Kristen di bawah pemerintahan Kerajaan Romawi disalibkan, dibakar hidup-hidup pada sebilah kayu, dan dijadikan makanan bagi binatang-binatang buas sebagai hiburan di Koloseum.

Hari ini, janji Yesus mengenai penganiayaan bagi para pengikut-Nya (Matius 24: 9) masih benar adanya. Banyak orang Kristen yang menghadapi bahaya besar di beberapa bagian dari Afrika, Asia, dan Timur Tengah, serta banyak tempat lain lagi.

Semua orang Kristen akan menghadapi penganiayaan (2 Timotius 3: 12), baik besar maupun kecil, dan kita diminta untuk bertahan melewatinya (Wahyu 13: 10). Allah berkenan pada mereka yang tetap setia pada-Nya meskipun dianiaya. “Dunia ini tidak layak bagi mereka” (Ibrani 11: 38). Ayat hari ini mengatakan martir Kristen adalah “berharga di mata Tuhan.”

Tak peduli penganiayaan semacam apa yang datang menghampiri Anda, percayalah pada Tuhan, berdirilah teguh, dan Anda akan diberikan penghargaan kemuliaan surga, sama seperti Stefanus.

LALU APA YANG HARUS DILAKUKAN?

Ambillah waktu sejenak untuk berdoa bagi keselamatan, semangat, dan iman bagi orang-orang Kristen yang dianiaya di seluruh dunia.

TAHUKAH ANDA?

Kemartiran Stefanus memicu penganiayaan besar terhadap gereja Yerusalem, yang memaksa banyak orang Kristen melarikan diri ke tempat lain (Kisah Para Rasul 8: 1). Tetapi Allah menggunakan penyebaran ini untuk menjangkau lebih banyak area bagi Injil untuk diberitakan!

Admin
Admin
Renungan Harian Kristen merupakan sebuah website/blog yang dibuat sebagai bentuk pelayanan pribadi dari admin di bidang multimedia. Kami hadir untuk Anda yang sedang mencari bahan renungan, ringkasan khotbah, maupun bahan cerita sekolah minggu. Kami juga merupakan wadah untuk berbagi berkat melalui renungan dari setiap kontributor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *