1a-Kis-21-26-Paulus-Memberitakan-Injil
Bahan Cerita Sekolah Minggu Kis 21-26 | Paulus Memberitakan Injil
12 Februari 2019
Renungan-Harian-2-Timotius-3-10-17-Pelimpahan-Kepemimpinan
Renungan Harian 2 Timotius 3: 10-17 |  Pelimpahan Kepemimpinan
13 Februari 2019
Show all

Renungan Harian Matius 5: 4

Renungan-Harian-13-Februari-2019


Renungan Harian Matius 5: 4. Bukan hanya ucapan bahagia yang pertama yang membutuhkan penjelasan, tetapi juga ucapan bahagia yang kedua. Yesus berkata, “Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur.” Ini sangatlah berlawanan. Berbahagia dan berdukacita adalah kedua hal yang saling berlawanan satu sama lain. Ini terdengar begitu bodoh dan membingungkan. Apakah maksud Yesus kita tidak boleh bersukacita dan bergembira?

APAKAH ARTINYA?

Yesus tidak sedang mengajarkan kita untuk menjadi murung sepanjang hari. Yesus sedang berbicara mengenai sikap hati, bukan apa yang terlihat dari luar. Dan dalam bagian ini, ini berkaitan dengan dosa kita. Penting untuk menyadari bahwa kita semua adalah pendosa besar. Kita tidak dapat menghitung betapa banyaknya dosa kita di hadapan Tuhan. Beberapa orang menyesal atas dosa yang telah ia lakukan, tetapi beberapa orang tidak menyesal dan merasa wajar akan dosa yang ia lakukan. Beberapa orang hanya menyesal karena ada dampak tidak mengenakkan dari dosa mereka. Ketika mereka merasa sakit atas pilihan yang buruk yang mereka ambil. Tetapi mereka tidak menyesal karena dosa yang menyakiti hati Tuhan. Dosa itu begitu serius di hadapan Allah dan itu begitu menyakitkan dan mendukakan hati Allah. Itu adalah perlawanan/pemberontakan langsung kepada Allah sang Pencipta kita. Melakukan dosa itu seperti mengabaikan Allah dan mengatakan, “Aku tidak mau mentaati perintah Tuhan, karena aku tahu yang lebih enak dan lebih baik dari perintah Tuhan.”

Upah dosa ialah maut (Rm. 6:23), dan itu begitu mendukakan hati Allah. Inilah yang Yesus bicarakan mengenai ucapan bahagia yang kedua ini. Tuhan akan memberkati orang-orang yang sungguh menyesal dan berduka atas dosa yang mereka lakukan dan berbalik dari jalannya yang jahat. Seperti dalam 2 Kor. 7:10 yang mengatakan, “Sebab dukacita menurut kehendak Allah menghasilkan pertobatan yang membawa keselamatan dan yang tidak akan disesalkan, tetapi dukacita yang dari dunia ini menghasilkan kematian.”

LALU APA YANG HARUS DILAKUKAN?

Ketika kita jatuh ke dalam dosa dan kita menyadarinya, akuilah dengan hati yang hancur di hadapan Allah dan bertobatlah!

TAHUKAH ANDA?

Bandingkan Mat. 27:3-5 dan Luk. 18:13 untuk kita memahami bagaimanakah sikap kita seharusnya ketika kita jatuh ke dalam dosa!

Baca juga: Renungan Harian Matius 25: 35-40 | PHK (Pemutusan Hubungan Kerja)



Admin
Admin
Renungan Harian Kristen merupakan sebuah website/blog yang dibuat sebagai bentuk pelayanan pribadi dari admin di bidang multimedia. Kami hadir untuk Anda yang sedang mencari bahan renungan, ringkasan khotbah, maupun bahan cerita sekolah minggu. Kami juga merupakan wadah untuk berbagi berkat melalui renungan dari setiap kontributor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *