Renungan Remaja Matius 2: 1-12 (Spirit of Christmas). Pernah nggak kita bertanya-tanya kenapa saat Yesus kelahiran-Nya dan ngucapin selamat adalah orang Majus dan para gembala? Kenapa bukan orang Farisi atau para ahli Taurat yang dikenal paling mengerti tentang agama Yahudi?

Tentu Allah punya maksud tersembunyi dalam memilih saksi kelahiran-Nya. Orang Majus itu bukan orang hia Mereka adalah para bangsawan yang cerdas dan berkuasa. Para orang Majus itu berasal dar tempat yang sangat jauh. Bahkan saking jauhnya perjalanan yang harus mereka tempuh, par Teolog memperkirakan mereka baru dapat melihat Bayi Yesus saat usia-Nya dua tahun.

Sedangkan kaum gembala dianggap sebagai golongan rendahan. Para rabi saat itu menggolongkan merek sebagai orang yang nggak terpelajar dan nggak relijius, sehingga status mereka disamakan dengan pelacur, pemungut cukat, dan kumpulan orang berdosa.

Spirit of Christmas

Fakta bahwa Alah memilih para orang Majus sebagai saksi kelahiran-Nya nunjukin bahwa meski dilahirkan sebagaimana manusia pada umumnya, Bayi Yesus bukanlah bayi biasa. la tetaplah Anak Raja yang kelak akan menjadi Juru Selamat bagi umat manusia. Oleh karena itu, ia layak untuk mendapatkan penghormatan. Di sisi lain, Allah memilih para gembala sebagai simbol kalo la hadin bagi semua kalangan; nggak cuman orang kaya dan kaum bangsawan, tapi juga orang miskin dan kaum masyrakat golongan bawah yang dianggap sebagai pendosa.

Semangat Natal yang sebenernya adalah semangat untuk meneladani Kristus, di mana kita mau meluangkan waktu, tenaga dan sebagian dari yang kita miliki untuk membantu sesama kita yang butuh pertolongan. Sementara kita sibuk merencanakan dan mempersiapkan berbagai kegiatan bernuansa meriah untuk merayakan Natal, masih banyak sesama kita di luar sana yang membutuhkan dukungan dari orang lain untuk bertahan hidup.

Pada Natal tahun ini, yuk kita lebih peka dan peduli lagi terhadap sesama kita. Tuhan mengasihi mereka sama seperti Tuhan mengasini Nita. Kalo Tuhan aja mengasihi mereka, kita pun udah selayaknya mengasihi mereka juga Membantu mereka yang kekurangan, berbagi sukacita dan berkat pada mereka sehingga mereka bisa tersenyum, itulah semangat Natal yang sesungguhnya. Merry Christmast!.