Renungan Harian Markus 6: 1-6a | Pelanggan yang Sulit. Di tempat kerja saya di pabrik divan, ada beberapa pelanggan yang sulit. Karena ordernya banyak dan sering kali, barang yang dipesan hari ini harus segera dikirim, dan jam sekian harus sudah sampai toko. Atau, terkadang mereka minta bonus barang plus diskon. Ada juga yang minta service barang tetapi tidak mau bayar. Meski pelanggan model begini terbilang sulit, kami selalu berusaha melayani sebaik mungkin. Apakah kita juga memiliki pelanggan atau klien bisnis yang terbilang sulit seperti yang kami alami?

Markus 6: 1-6a | Pelanggan yang Sulit

Sekiranya saat ini kita sedang menghadapi kesulitan-kesulitan dalam bekerja, misalkan berurusan dengan “orang sulit” atau bergumul dengan masalah berat, ingatlah akan Yesus. Sebelum memberitakan Injil ke berbagai tempat, Yesus bekerja sebagai tukang kayu, karena ayahnya seorang tukan kayu. Sebagai pengrajin kayu, tentulah mereka harus berurusan dengan target kerja, menghadapi tekanan, atau berurusan dengan pembeli atau pelanggan yang sulit. Setelah Yesus pergi menginjil dan kembali ke Nazaret, semula penduduk Nazaret takjub. Namun, saat mengingat keluarga-Nya, mereka kecewa dan menolak Dia. Meski Yesus heran atas ketidakpercayaan mereka, Yesus tetap mengasihi mereka. Buktinya, Yesus menyembuhkan beberapa orang sakit di Nazaret dengan meletakkan tangan-Nya atas mereka.

Yesus mengerti kehidupan seorang pekerja, karena dahulu Dia juga termasuk pekerja, Yesus memahami kesulitan kita karena Dia menghabiskan sebagian waktu-Nya untuk bekerja. Mari kita teladani sikap Yesus yang tetap melayani dengan tulus, meski ada yang kecewa dan menolak-Nya sebagai bukti kasih kita kepada mereka. (rtg)

baca juga: Renungan Harian Yesaya 55:1-9 | Bertobat: Mudah atau Sulit?