Renungan-Harian-Lukas-18-5-Jangan-Lupa-Berdoa
Renungan-Harian-Lukas-18-5-Jangan-Lupa-Berdoa

Renungan Harian Lukas 18:5 | Jangan Lupa Berdoa

Renungan Harian Lukas 18:5 | Jangan Lupa Berdoa. Suatu ketika anak perempuan saya yang berumur 7 tahun meminta kepada saya untuk dibelikan sebuah pensil pilot. Setiap kali ia teringat akan pensil pilotnya, ia akan menghampiri saya dan meminta saya untuk membelikan pensil itu. Ia akan terus meminta kepada saya sampai saya mengabulkan permintaannya.

Sikapnya seperti itu kadang membuat saya kesal, dan yang membuat saya kesal adalah setiap kali ia menginginkan sesuatu, pasti ia tidak akan berhenti untuk merengek / meminta sampai ayahnya menjanjikan/ mengabulkan permintaannya. Pada akhirnya  saya pun kewalahan dan mengabulkan permintaannya. Karena permintaannya juga sesuai kebutuhan, tidak aneh-aneh, maka saya mengabulkannya.

Kadang hal yang membuat saya kesal adalah waktunya yang selalu tidak pas, entah diluar hujan, entah saya lagi sibuk tidak bisa mengantar, namun ia tetap gigih meminta saya untuk segera membeli pensil itu.

Saat saya merenungkan itu semua, ternyata lewat anak perempuan saya , Tuhan mau saya belajar bukan hanya supaya saya belajar menjadi ayah yang baik untuk anak saya, tetapi point lain yang saya dapat adalah Tuhan mau saya berdoa dengan tidak jemu-jemu.

Saya diingatkan akan 3 ayat firmanNya yang terngiang-ngiang dalam pikiran saya, yaitu Lukas 18:1-8 suatu perumpaan tentang seorang hakim yang mengabulkan permintaan seorang janda yang terus menerus minta pembelaan atas hak-hak-nya.

Janda ini sangat gigih dan  pantang mundur (tekun) memohon pertolongan kepada Sang Hakim sampai permohonannya dikabulkan. Padahal disebutkan bahwa Hakim tersebut adalah seorang yang tidak takut akan Allah, bahkan tidak menghormati siapapun. Jikalau Hakim yang lalim itu mengabulkan permohonan seorang janda, apalagi Allah kita yang Benar & Maha Kasih pasti akan mendengarkan doa-doa yang kita panjatkan dengan tekun dan benar.

BACA JUGA:  Renungan Harian Mazmur 40: 3 | Lagu Baru

Ayat yang lain yang terlintas dalam pikiran saya waktu itu adalah 1 Tesalonika 5:17 tentang “Tetaplah Berdoa” dan Matus 7:7 “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah , maka pintu akan dibukakan bagimu.

Secara tidak langsung, Anak perempuan saya mengajarkan saya untuk tidak jemu-jemu dalam berdoa, terus berdoa dan berani untuk meminta kepada Tuhan. Kadang dalam kehidupan kita dihadapkan dengan pergumulan dan harapan, dan sikap yang diambil pada saat itu adalah berusaha dengan kekuatan sendiri, memikirkan masalah itu terus sampai menemukan jawabannya.

Namun tanpa kita sadari apa yang saya lakukan itu adalah mengandalkan kekuatan sendiri. Hasilnya adalah bukan jawaban yang didapat, bukan ketenangan yang didapat, melainkan stress yang berkepanjangan, emosi dan kesehatan yang terganggu.

Saat kita berdoa, dua hal  yang harus kita percaya , yaitu percaya bahwa Allah ada, dan yang kedua adalah percaya bahwa Allah maha kuasa. Mengapa kita harus percaya bahwa Allah Ada? Karena disaat kita percaya Allah ada, maka kita akan datang kepadaNya melalui doa, bersamaan itu juga kita percaya bahwa Allah Maha Kuasa, maka kita akan berani menyerahkan semua persoalan dan pergumulan kita kepadaNya dan meminta pertolongannya untuk pergumulan kita, dan yakin percaya semuanya akan beres tepat pada waktunya. Oleh karena itu penting sekali untuk kita tetap berdoa, setia dalam doa kita, dan percaya kepadaNya bahwa Dia akan mengabulkan doa kita sesuai dengan kehendakNya. Amin.

 

Penulis: Henry Scott

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *