Renungan Harian Matius 25: 14-30 (Cuma Satu?). Dokter hewan bernama Philip Dupont memiliki DMelvin, anjing rumahan yang menjadi kesayang- an, yang berwarna campuran hitam coklat putih. Namun, Melvin sakit dan akan segera meninggal. Philip menjadi sangat sedih. “Melvin benar-benar anjing yang berbeda. Saya ingin memiliki dirinya lebih banyak lagi karena saya takut sewaktu-waktu harus kehilangan sosok sepertinya,” ujarnya. Cuma satu Melvin. Itu artinya, ia sangat berharga bagi dr. Philip Dupont. Satu artinya tiada duanya.

Cuma Satu?

Namun, si pengelola satu talenta berpikir, tuannya adalah tuan yang kejam karena cuma memberikan satu talenta kepadanya. Ukuran yang digunakan si pengelola satu talenta adalah “jumlah” pemberian dari si empunya talenta. Cuma satu talenta untuknya? Ah. si pengelola satu talenta merasa diremehkan.Akibatnya, hargadirinyajatuh.lamenjadi terlalu minder. Harga diri yang rendah itu kemudian membuatnya menjadi pemurung dan penakut, takut untuk melangkah mengembangkan talentanya. Si pengelola satu talenta ini melupakan satu hal yang mendasar dari pembagian talenta-talenta, yaitu kepercayaan. Bagaimana pun ketika diberi cuma satu talenta, itu bukanlah cara tuan merendahkan, tetapi cara baik memberikan kepercayaan sesuai kesanggupan. Walau cuma satu talenta, kepercayaan sang tuan tidak pernah dihilangkan. Sang tuan mempercayai bahwa si pengelola satu talenta akan sanggup mengembangkannya. Namun, kenyataan- nya, si pengelola satu talenta tidak bisa dipercaya.

Kita, yang seringkali minder, harus bersedia mengatasi rasa rendah diri kita terlebih dahulu, agar talenta yang kita miliki tidak terabaikan. Meskipun cuma satu talenta, hal tersebut merupakan kepercayaan berharga. Gunakanlah! (stf)