Renungan Harian Lukas 17: 11-19 | Penolong bagi Umat-Nya. Anak-anak yang memiliki gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktif (GPPH) pada dasarnya memiliki kecerdasan tinggi, bahkan mereka bisa dibilang jenius. Namun, prestasi mereka kerap didapati kurang baik, tidak naik kelas, atau tidak memperoleh nilai yang sesuai dengan kecerdasan mereka. Para orangtua dengan anak dengan masalah GPPH, menurut para ahli, didapati kerap tidak percaya bahwa anak mereka pintar karena mereka cenderung dinilai sebagai anak yang bodoh.

Terkadang manusia tidak dapat melihat perbedaan secara utuh dan adil. Sama seperti kebiasaan Israel yang mengasingkan penderita kusta. Bahkan, penderita penyakit ini harus berteriak,”kusta, kusta!”ketika akan berpapasan dengan orang sehat. Kondisi yang pastinya menyiksa orang tersebut dan keluarganya. Hal ini sudah menjadi aturan, maka setiap orang harus mematuhinya. Itulah sebabnya, saat Tuhan Yesus menolong sepuluh orang kusta, Dia meminta agar orang-orang itu pergi kepada para imam karena merekalah yang berotoritas utuk menentukan apakah penderita kusta layak disebut sembuh atau tidak. Tuhan tahu betapa berat beban yang mereka sandang tidak ada yang peduli. Tuhan Yesus tak mau mereka menderita secara psikis dan sosial sehingga mengulurkan tangan untuk menjamah dan menyembuhkan mereka.

Sampai kapan pun, Tuhan adalah penolonga bagi umat-Nya. Pemazmur bersaksi bahwa Tuhan adalah Pribadi yang teruji. Janji-Nya Ya dan AMIN! Untuk itu, malam ini marilah kita meyakini bahwa Tuhan masih memedulikan hidup kita. Dengan keyakinan ini, hubungan kita dengan Tuhan dapat menjadi semakin indah dan menguatkan, sekalipun kita masih menghadapi banyak kesulitan dalam kehidupan ini. Tetaplah percaya kepada-Nya! (alx)

baca juga: Renungan Harian Daniel 5:17-21 | Kesombongan Dan Keras Kepala