Renungan-Harian-Kisah-Rasul-8-Buah-Manis-Penganiayaan

Renungan Harian Kisah Rasul 8 | Buah Manis Penganiayaan

Renungan Harian Kisah Rasul 8 | Buah Manis Penganiayaan. Apa yang terjadi pada gereja mula-mula setelah Stefanus mati syahid (ayat 1, 4, 40)? Apa yang membuat Petrus menegur Simon (ayat 9-24)? Bagaimana sida-sida dari Etiopia akhirnya percaya Tuhan (ayat 27-38)?

Buah Manis Penganiayaan

Di rumah teman saya, ada sejenis tanaman rambat yang menghiasi pagarnya.  Sewaktu berbunga, tanaman ini akan terlihat indah dan tercium wangi sekali. Yang menarik, bila dahan-dahan tanaman ini dipotong maka ia akan berkembang semakin rimbun dalam waktu yang relatif singkat. Pemotongan dahan tidak menghancurkan tanaman ini tetapi justru membesarkannya.

Demikianlah yang terjadi pada gereja mula-mula.  Pada pasal sebelumnya, Stefanus, salah satu pemimpin gereja, dibunuh secara keji karena imannya.  Kemudian di ayat 1, jemaat di Yerusalem mulai mengalami penganiayaan yang hebat.  Saulus secara gencar menangkapi orang Kristen (ayat 3).  Akibatnya banyak orang percaya yang mengungsi dari Yerusalem dan menyebar ke aneka daerah.  Namun, mereka keluar bukan untuk menyembunyikan diri.  Sebaliknya, mereka giat memberitakan Injil Kristus (ayat 4-5). Luar biasa!

Marilah kita berpegang teguh pada panggilan kita untuk memberitakan Injil meskipun banyak kesulitan yang menjegal! (Renungan Harian Kisah Rasul 8 | Buah Manis Penganiayaan)

Baca juga: Renungan Harian Amsal 3: 1-12 | Buah Ketekunan

BACA JUGA:  Renungan Harian Amsal 2: 1-6 | Mengembangkan Keterampilan

Leave a Reply

Your email address will not be published.