Renungan Harian Kisah Rasul 24 | Kesempatan Yang Diabaikan

Renungan-Harian-Amsal-17-Menuai-Yang-Anda-Tabur
Renungan Harian Amsal 17 | Menuai Yang Anda Tabur
2018
Renungan-Harian-Kisah-Rasul-25-Ketika-Pengadil-Jadi-Tidak-Adil
Renungan Harian Kisah Rasul 25 | Ketika Pengadil Jadi Tidak Adil
2018
Show all

Renungan Harian Kisah Rasul 24 | Kesempatan Yang Diabaikan

Renungan-Harian-Kisah-Rasul-24-Kesempatan-Yang-Diabaikan


Renungan Harian Kisah Rasul 24 | Kesempatan Yang Diabaikan. Apa yang Paulus sampaikan di depan Feliks dan apa yang diharapkan Feliks dari Paulus?

Kesempatan Yang Diabaikan

Tertulus adalah seorang pengacara yang tentu saja berpendidikan sangat tinggi.  Lihat saja betapa pandainya dia menyusun kata-kata (ay 2-10).  Akan tetapi sungguh ironis, dia pakai kepandaiannya itu untuk memutarbalikkan kebenaran.  Dia tampil ke depan bukan untuk membela yang benar, tetapi membela yang benar (membela orang yang membayarnya).

Paulus adalah seorang tahanan yang penuh dengan keterbatasan dan pembatasan.  Dia hanya boleh keluar dari ruangan tahanannya kalau dipanggil, dia hanya boleh berbicara kalau diminta.  Walaupun demikian, jelas sekali bahwa kemampuannya berbicara tidak kalah dari Tertulus, tetapi bedanya adalah dia hanya berbicara untuk memberitakan kebenaran walaupun tidak dibayar.

Paulus ada dalam penahanan dan Feliks yang pada waktu itu menjadi wali negeri berkali-kali memanggil Paulus untuk bercakap-cakap dengannya.  Feliks tertarik dengan apa yang Paulus sampaikan tetapi ketika Paulus mulai berbicara tentang kebenaran, penguasaan diri, dan penghakiman maka Feliks menolak untuk mendengar hal tersebut.  Hal ini kemungkinan karena Feliks yang menjadi wali negeri hidup dalam pesta pora seperti yang di lakukan oleh pembesar-pembesar lainnya pada waktu itu dan tidak mau berubah dari keadaannya yang menyenangkan.  Motivasi yang lain Feliks terus menerus memanggil Paulus adalah Feliks berharap Paulus memberikannya uang (ayat 26).

Walau sering bertemu dan berbicara dengan Paulus, Feliks mengabaikan kesempatan yang ada di depannya untuk menerima Yesus sebagai Juruselamatnya.  Ia terus menundanya. Dan terlambat!

Apa motivasi kita tatkala kita beribadah dan melayani Tuhan.  Adakah kita sungguh rindu bertumbuh dalam pengenalan akan Kristus?  Ataukah kita seperti Feliks, kita mencari kesempatan untuk mengeruk keuntungan dari orang yang kita layani dan mengabaikan kesempatan yang Tuhan berikan kepada kita untuk melayani Dia dengan tulus hati?

Gunakanlah setiap kesempatan yang Tuhan masih percayakan kepada kita agar tidak menyesal dikemudian hari. (Renungan Harian Kisah Rasul 24 | Kesempatan Yang Diabaikan)

Baca juga: Khotbah Kristen Yeremia 23: 1-6 | Tuhan Gembala yang Adil


Admin
Admin
Renungan Harian Kristen merupakan wadah untuk berbagi berkat melalui firman Tuhan setiap hari. Semoga melalui setiap artikel yang dibagikan dapat menjadi berkat bagi banyak orang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *