Renungan-Harian-Amsal-9-Orang-Bijaksana-Menyukai-Nasihat

Renungan Harian Amsal 9 | Orang Bijaksana Menyukai Nasihat

Renungan Harian Amsal 9. Apa perbedaan seorang yang bijaksana dari seorang pencemooh dalam menghadapi kritik? Mengapa Salomo menggambarkan kebijaksanaan dan kebodohan seperti seorang wanita yang membujuk kita?

Orang Bijaksana Menyukai Nasihat

Pada masa perang salib, penguasa kota Yerusalem bernama Guy de Lusignan maju berperang melawan pasukan dari Sultan Saladin. Padahal, Guy sempat diperingatkan oelh beberapa penasihat terdekatnya untuk tidak nekat berperang di luar kota Yerusalem karena mereka akan sulit memperoleh air  minum di tengah padang pasir yang kejam. Namun, Guy mengabaikan nasihat tersebut. Ia malah mengatakan bahwa perang ini merupakan kehendak Tuhan. Alhasil, Guy kalah telak oleh pasukan musuhnya.

Ayat 7-9 membandingkan antara si bijak dan si pencemooh. Orang yang bijak tidak takut dan marah bila diberikan masukan apapun, bahkan termasuk kecaman atau teguran yang keras. Ia mampu menerima dan mengelola kritik sebagai sarana untuk membangun dirinya. Orang yang bijak memiliki kelenturan dan kelembutan yang luar biasa terhadap kritik. Ia tidak mudah dihancurkan oleh kritik. Sebaliknya, seorang pencemooh begitu tidak suka terhadap kritik dan membenci siapapun yang menasihati dirinya.

Apakah Anda adalah seorang yang bijak atau seorang pencemooh?  Bagaimana sikamu setiap kali menerima kritik dari orang lain? Belajarlah menilai diri sendiri dengan jujur!

BACA JUGA:  Renungan 19 Agustus 2021: Amsal 6: 6-11 (Malas Itu Dosa?)

Leave a Reply

Your email address will not be published.