Kumpulan-Renungan-Pagi-Kristen-Hari-Ini

Renungan 7 Okt 2021: Imamat 25: 35-39 (Makan Riba, Jangan!)

Renungan Imamat 25: 35-39 (Makan Riba, Jangan!). Riba berarti melebihkan jumlah pinjaman saat pengembalian berdasarkan persentase tertentu dari jumlah pokok, yang dibebankan kepada peminjam. Berikut ini pendapat pada rohaniawan masa Kristen Awal. Santo Basil (329-379) menganggap mereka yang memakan riba tidak berperikemanusiaan. Baginya, riba adalah mengambil keuntungan dari orang yang memerlukan. Gregory dari Nyssa (335-395) mengutuk praktik riba karena menurutnya, pertolongannya palsu. Awalnya membantu, ketika menagih dan meminta riba, tindakannya kejam. St. John Chrysostom (344-407) berpendapat bahwa larangan yang terdapat dalam Perjanjian Lama yang ditujukan bagi orang-orang Yahudi juga berlaku bagi penganut Perjanjian Baru.

Makan Riba, Jangan!

Tampaknya, gagasan mereka diambil dari nats di atas. Dari ayat tersebut, banyak tindakan praktis yang bersifat ekonomis dan mudah dipahami. Namun dari semua tindakan itu harus didasari rasa takut akan Tuhan. Selain itu, ketika Allah memerintah, Dia mengingatkan bahwa ketika mereka diperbudak di Mesir, Dia yang memerdekakan. Karena itu, jika saat itu mereka sudah di Tanah Perjanjian dan menjadi orang merdeka, praktik-praktik yang memerdekakan harus mereka lakukan. Apalagi, praktik ini dilakukan di antara bangsa sendiri. Praktik yang dilakukan, 1) ketika seseorang jatuh miskin, 2 hal yang harus dilakukan adalah memberi sokongan supaya dapat bertahan hidup atau jangan memperbudakanya ketika ia menjual dirinya (BIS) 2) You must not lend (meminjami, mengutangi) him your money at interest (dengan riba) and you must not sell (menjual) him food for profit (mencari untung) (NET Bible).

 

Sebagai orang yang sudah dimerdekakan dari dosa, lakukan kedua hal itu . (abr)

BACA JUGA:  Renungan 20 Juli 2021: Imamat 19: 9-18 (Menghargai Orang Lain)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *