Renungan Harian Lukas 3: 10-14 (Menyesuaikan dengan Gaji). Sebagai orang yang sudah berpenghasilan, Anda pasti ingin sering makan enak di restoran dan ngopi di kafe. Anda juga pasti ingin tampil menarik dengan memakai pakaian bermerk dan parfum yang mahal. Suatu hal yang wajar jika Anda ingin menyenangkan diri dengan uang yang telah Anda dapat dengan susah payah. Namun, apakah gaya hidup Anda sudah sesuai dengan pendapatan? Coba cek dengan poin-poin berikut ini: (1) keuangan Anda sering defisit, (2) punya utang konsumtif, (3) tidak mampu menabung untuk masa depan.

Menyesuaikan dengan Gaji

Jika gaya tidak sesuai dengan pendapatan, mungkin dampaknya tidak akan terlalu terasa saat ini. Namun, tentu tidak baik untuk jangka panjang. Selain itu, membiarkan gaya hidup di luar kemampuan finansial pribadi, tidak menutup kemungkinan akan membuat diri sendiri bertindak menyimpang dari ajaran Kristus, seperti merampas, memeras orang lain, hingga korupsi uang perusahaan atau instansi tempat kita bekerja, demi memenuhi gaya hidup. Maka itu, sebelum kita bertindak demikian alangkah baiknya kita mencegah ego kita menguasai diri dengan cara berikut memiliki gaya hidup sesuai gaji. Artinya, jika gaji hanya cukup untuk kebutuhan maka jangan memperbanyak memenuhi keinginan diri. Bila kemampuan finansial hanya mampu belanja seharga pasar tradisional, maka jangan belanja di supermarket. Intinya, jangan membelanjakan gaji kita lebih dari diperoleh.

Gaya hidup sesuai gaji bukanlah suatu cela atau memalukan, justru gaya hidup ini akan menyelamatkan kita dari rasa malu. Karena gaya hidup ini menghindarkan kita dari perbuatan tak terpuji seperti korupsi dan jerat utang. (aw)