Renungan Amsal 16: 21-24 (Terlatih). Pada umumnya, seorang customer service (CS) harus siap melayani kebutuhan pelanggan dalam kondisi apa pun. Oleh karenanya pekerjaan tersebut membutuhkan kesabaran amat tinggi. Ini tidak mudah bagi yang belum terbiasa. Komunikasi menjadi alat penting. Jika penggunaan komunikasi baik, Anda akan mendapatkan hasil yang baik pula. Berbicara dengan nada sopan sangat diinginkan para pelanggan apa pun kondisinya. Dengan berbicara sopan, Anda akan terlihat memperhatikan pelanggan Anda. Hal itu akan berbeda jika Anda berbicara dengan nada tinggi. Kemungkinan besar hal itu akan memicu amarah pelanggan dan bisa jadi juga akan mendapat teguran dari atasan.

Terlatih

Bayangkan apa jadinya jika kita menghubungi CS tetapi ditanggapi dengan ketus dan cuek! Sebaliknya, apa yang Anda rasakan jika dilayani seorang CS dengan ramah dan kata-katanya lembut, sedap didengar? Belajar dari hal tersebut, sekarang kita tahu bahwa perkataan firman Tuhan pada nats memang benar, yaitu (1) perkataan yang manis, ramah, dan sedap didengar mampu mencegah timbulnya emosi si pendengarnya, (2) Perkataan yang demikian bisa meredakan kemarahan dan emosi yang tinggi, (3) perkataan yang demikian bisa mengubah mood yang jelek menjadi lebih baik sehingga menenangkan hati, (4) perkataan yang demikian bisa membangkitkan semangat yang patah.

 

Sekali lagi, ini memang tidak mudah, sebab diperlukan latihan terus menerus. Namun jangan menyerah, teruslah latih diri sendiri supaya perkataan yang keluar dari mulut Anda bukanlah perkataan yang ketus apalagi menyakitkan, melainkan perkataan yang memberkati! Ingat, Tuhan pun dipermuliakan melalui perkataan Anda! (gd)