Renungan Harian 2 Petrus 3: 5-10 (Wanprestasi) Perkataan wanprestasi berasal dari bahasa Belanda, yang artinya prestasi buruk. Wanprestasi adalah keadaan yang terjadi karena kelalaian atau kesalahannya. Debitur tidak dapat memenhi prestasi seperti yang telah ditentukan dalam perjanjian dan bukan dalam keadaan memaksa. Sebagai contoh, kasus salah satu perusahaan asuransi terbesar di Indonesia dinyatakan Pengadilan Negeri telah melakukan wanprestasi atau ingkar janji kesepakatan dan dituntut harus mengganti rugi sebesar 198 juta dan ganti rugi immaterial sebesar 1 miliar karena tidak membayar klaim polis asuransi yang telah diajukan.

Wanprestasi

Lalu, apakah Tuhan Yesus juga telah melakukan wanprestasi terhadap janji-janji-Nya? Jawabannya adalah TIDAK. Tuhan memegang masa depan kita, Dia memegang setiap perkataan-Nya, Dia yang mengatur dan membentuk hidup kita. Saat pergumulan kita tidak juga mendapatkan sebuah jawaban, maka sesungguhnya ada hal baik di balik semua itu. Tuhan ingin kita lebih bersabar dan tetap berharap kepada-Nya. Di sinilah iman percaya dan kesetiaan kita tengah diuji. Sebab Allah telah memberikan sebuah polis asuransi yang begitu berharga bagi kita (Yoh. 3: 16), yang tidak sebanding dengan hal apa pun di dunia ini.

 

Jadi, tetaplah pegang polis asuransi yang telah Allah berikan bagi kita umat pilihan-Nya dan nikmati segala kemudahan yang diberikan untuk mengajukan klaim, karena Tuhan pasti akan menepati dan membayarnya dengan lunas. Mari kita tingkatkan premi yaitu iman percaya kita dan dapatkan hasil yang terbaik yaitu rancangan damai sejahtera bagi kita. (rut)