Renungan Harian Keluaran 5: 1-24 ( Tipe Firaun ). Bos dari Bobby tak puas dengan kinerja Bobby. “Kamu harusnya mempunyai semangat dan bersukacita dalam bekerja, jangan banyak menuntut.” ucap si Bos.  Padahal, setiap bulannya Bobby sudah berupaya mati-matian untuk bekerja memenuhi target si Bos. Ketika target terpenuhi, tak sepatah kata ucapan bersyukur pun keluar dari mulut si Bos. Ia hanya selalu mencari titik kekurangan Bobby. Dampaknya? Bobby menjadi stres. Hubungan Bobby dengan istri di rumah pun menjadi tidak harmonis, kemarahannya di kantor selalu berimbas buruk terhadap hubungan keseharian Bobby dengan istri dan keluarga.

Tipe Firaun

Demikianlah yang dilakukan Firaun saat ia memperbudak bangsa Israel di Mesir. Upaya siang dan malam umat pilihan Allah itu bekerja membuat batu bata bagi pemenuhan keinginan Firaun tak mendapatkan apresisasi yang wajar. Salalu salah, selalu kurang, kemudiaan dikatakan umat Israel sebagai umat yang pemalas. Firaun tak pernah bersyukur dengan tenaga kerja gratis seperti umat Israel waktu itu. Hal yang ada hanya kekuatiran bertambah banyaknya bangsa itu di negerinya. Gara-gara kepemimpinan Firaun ini, umat Israel tak bisa menikmati apa itu artinya kerja keras. Kerja keras selalu berarti tekanan batin yang berat dan hasilnya? Selalu bangsa Israel dianggapnya tak melakukan apa-apa alias pemalas. Upaya maksimal bangsa Israel amat direndahkan. Cara keluar dari ketertekanan ini adalah keluar dari Mesir seperti yang diupayakan Musa dan Harun.

 

Kemudian, ketika bekerja dan Anda tertekan oleh bos tipe Firaun, apay yang harus dilakukan? Cari jalan keluar dan mintalah hikmat Tuhan untuk berpindah tempat kerja yang paling tidak memiliki penghargaan wajar terhadap anak buah. Selamat mencoba ya. (stf)