Renungan Samuel 14: 24-46 (Keputusan Sembrono). Setiap hari kita dihadapkan pada keadaan yang menuntut kita untuk memutuskan. Pengambilan keputusan tidak bisa dilakukan asal-asalan karena keputusan kita saat ini akan mengubah hidup kita pada waktu mendatang. Memutuskan sesuatu yang penting tidak mudah. Apalagi jika keputusan tersebut merupakan keputusan yang menentukan gerak bisnis perusahaan. Jika kita pemimpin, bertindak sembrono, dan tidak hati-hati karena kurang sabar, kita bisa melakukan kesalahan yang berakibat fatal bukan hanya bagi diri sendiri, melainkan juga bagi orang-orang yang kita pimpin.

Keputusan Sembrono

Inilah yang terjadi dalam kepemimpinan Raja Saul saat menghadapi orang Filistin. Setelah melakukan kesalahan fatal, ketidaktaatan Saul terhadap perintah Tuhan membuat orang-orang Israel terdesak kemudian terserak. Saul kembali membuat kesalahan dalam pengambilan keputusan. Ucapan Saul yang menyebutkan tantara Filistin sebagai “musuhku” bukan “musuh kita”, menunjukkan bahwa Saul hanya menjadikan rakyatnya sebagai “alat” untuk mencapai ambisi pribadinya. Keputusan tidak masuk akal yang diambil berdasarkan emosi dan kurang berpikir panjang itu membuat orang-orang Israel yang sedang berperang melawan musuh harus berpuasa. Alhasil, rakyat tidak berperang dengan maksimal.

 

Pelajaran penting dari peristiwa Raja Saul tersebut adalah jangan memutuskan dengan sembrono. Namun ambilah keputusan setelah mempertimbangkannya dengan matang dan memikirkan dampak keputusan tersebut, bagi diri sendiri dan orang lain. Libatkanlah Tuhan setiap kali akan memutuskan dan jangan mengabaikan masukan orang lain karena bisa saja orang tersebut dipakai Tuhan untuk menjadi perpanjangan lidah-Nya atas kita. (mkh)