Renungan-2-Timotius-3-1-9-(Hamba-Tuhan-VS-Hamba-Uang)
Renungan-2-Timotius-3-1-9-(Hamba-Tuhan-VS-Hamba-Uang)

Renungan 19 Juli 2021: 2 Timotius 3: 1-9 (Hamba Tuhan VS Hamba Uang)

Renungan 2 Timotius 3: 1-9 (Hamba Tuhan VS Hamba Uang). David Yonggi Cho dinyatakan bersalah karena telah menipu gereja sebesar 13,1 miliar won (Rp143 miliar) dan penggelapan pajak sebesar 3,5 miliar won (Rp 38 miliar). Sedangkan anaknya, Cho Hee Hun, mantan ketua Yeongsan Christian Cultural Center juga dipenjara 3 tahun. Kasus yang menimpa pendeta ini bermula pada 2013 karena permintaan anaknya, gereja pendeta Cho diminta untuk menyisihkan dana untuk membeli 250 ribu saham di pasar saham. Saham tersebut dibeli dengan harga yang lebih mahal dari harga pasar.

Hamba Tuhan VS Hamba Uang

Berita tersebut menunjukkan bahwa status seseorang dalam organisasi rohani bukanlah jaminan bahwa ia adalah orang benar yang menurut firman Tuhan. Selain itu, peristiwa pendeta dari gereja terbesar di Korea Selatan itu membuktikan bahwa perkataan Rasul Paulus pada perikop hari ini benar. Dikatakan manusia pada akhir zaman tidak lagi mengedepankan kebenaran firman Tuhan sehingga bersikap lebih egois bahkan berani mengatasnamakan Tuhan demi kepentingan pribadi atau golongannya. Lebih rinci, Rasul Paulus mengatakan bahwa di mata orang lain, mereka mau dianggap pengikut agama tetapi mereka tidak mau sungguh-sunnguh mengenal Allah atau diubah oleh kuasa-Nya. Akar dari perubahan itu adalah cinta uang.

Manusia hidup memang perlu uang, tanpa uang akan sulit hidup pada zaman ini. Namun, uang bukanlah segalanya karena uang tidak bisa memberi damai sejahtera. Hanya hidup sesuai kebenaran firman Tuhanlah hidup kita akan bahagia. Sebaliknya, kalau hidup kita melawan kebenaran, justru ketidaktenangan yang akan menguasai kita. Jadi, bekerjalah sesuai kebenaran-Nya sehingga berkat Tuhan yang mendatangkan damai sejahtera akan mengikuti kita.

BACA JUGA:  Renungan Malam 2 Timotius 3:1-9 | Materialisme

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *