Renungan Harian Daniel 6: 1-5 (Etika Bekerja: Setia) Apakah tempat Anda bekerja persaingannya begitu sangat kuat? Anda berada di tengah-tengah orang orang-yang menghalalkan segala cara untuk meraih posisi tertinggi dalam struktural dengan saling menjatuhkan, saling menjebak, hingga salin mencari-cari kesalahan sesamanya. Bahkan hari ini Anda adalah target utama untuk dijatuhkan! Bagaimana Anda menyikapi hal ini? Bagaimana Anda tetap bisa tampil sebagai pemenang di tengah orang-orang yang memusuhi Anda? Hari ini kita akan belajar dari seorang pejabat Media bernama Daniel.

Etika Bekerja: Setia

Karena begitu dipercaya raja, hal ini membuat para pejabat lain iri sehingga berusaha menyingkirkan Daniel dengan berbagai alasan dakwaan. Namun tak satu pun ditemukan tuduhan yang bisa menjatuhkan Daniel. Dikatakan tak ada satu pun kesalahannya, melainkan karena Daniel setia dalam bekerja. Setia merupakan dasar dari etika bekerja yang Daniel miliki. Kata “setia” di dalam bahasa aslinya dituliskan dengan kata “aman” atau lebih tepat diartikan “dapat dipercaya”. Jadi, orang yang “aman” berarti menjadi orang yang dapat dipercaya, bertanggungjawab dalam setiap detil tugas yang diberikan atasan kepadanya. Etika kerja “setia” inilah yang membuat Daniel tak pernah takut pada usaha jahat pesaingnya sehingga ia tetap melakukan kebenaran Allah di situasi yang tak mengedepankan kebenaran-Nya.

Situasi dunia kerja saat ini pun tak berbeda jauh seperti zaman Daniel, bahkan lebih jahat. Namun tetaplah setia bekerja dan melakukan kebenaran Allah karena pada akhirnya kesetiaan itulah yang akan membawa kita pada kemenangan yang sesungguhnya. (sam)