Renungan Harian Yosua 14: 6-15 (Hidekichi). Usia lanjut bukan halangan bagi Hidekichi UMiyazaki untuk mengukir rekor dunia sebagai atlet sprinter tertua di dunia. Umumnya orang yang sudah berusia lanjut sulit untuk berjalan, apalagi harus disuruh berlari cepat. Namun berbeda dengan Hidekichi, ia berhasil memecahkan rekor lari 100 meter atas namanya sendiri dengan catatan waktu 42,22 detik. Sungguh catatan waktu yang luar biasa, karena rekor tersebut dipecahkan pria berusia 105 tahun. Semangat Hidekichi pada usia tua masih tetap sama seperti ketika berusia 30-an, bahkan pada usia tuanya justru berhasil mengukir prestasi.

Hidekichi

Begitu pula dengan Kaleb bin Yefune, ia berusia lanjut tetapi semangatnya muda. Bagaimana tidak, ia berhasil merebut Hebron yang didiami orang Enak, orang-orang keturunan raksasa, pada usia 85 tahun. Padahal orang seusianya umumnya sudah tidak sanggup berperang. Namun, berbeda dengan Kaleb, ia sanggup karena memegang janji Tuhan yang menyatakan bahwa setiap tempat yang diinjak akan menjadi miliknya. Padahal janji Allah yang diucapkan melalui Musa hamba Tuhan itu sudah berlalu 45 tahun lalu. Namun Kaleb tetap mengingatnya dan kemudian bertindak sesuai janji firman Tuhan tersebut. Akhirnya, melalui kerja keras. Kaleb berhasil merebut Hebron.

Janji firman Tuhan tidak pernah berubah, meskipun sudah pernah diucapkan puluhan tahun lalu, namun tetap berlaku hingga hari ini. Selalu relevan. Tugas kita hanyalah bertindak menjalankan sesuai dengan yang dikatakan janji firman Tuhan tersebut. Bertindak dengan iman, Tuhan pasti menyembuhkan dan membuka jalan atas setiap persoalan. Asalkan tidak melupakan janji firman Tuhan dan mau melangkah keluar dari zona nyaman. (tt).